Jakarta – Bank Indonesia (BI) telah menaikan suku bunga acuannya pada 23-24 April 2024 ke level 6,25 persen, yang sebelumnya tertahan pada level 6 persen. Ini dilakukan sebagai upaya menahan nilai tukar rupiah agar tidak semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat di tengah kondisi geopolitik yang semakin memanas.
Di era suku bunga tinggi ini, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi industri perbankan. Terutama dalam menjaga pertumbuhan kredit.
Consumer Funding and Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), Ivan Jaya, mengatakan bahwa pihaknya tetap optimistis dapat mempertahankan tingkat pertumbuhan kredit doubel digit.
“Saat ini belum (revisi target kredit), untuk pertumbuhan kredit secara bank secara overall double digit low jadi antara 10-15 persen,” ucap Ivan kepada media di Jakarta, 8 Mei 2024.
Baca juga: BI Rate Naik, BTN Revisi Target Pertumbuhan Kredit ke Level 11 Persen
Menurutnya, pertumbuhan kredit tersebut akan ditopang dari sejumlah sektor. Salah satunya kredit consumer yang ditargetkan bisa tumbuh lebih dari 20 persen di tahun ini. Kredit consumer tersebut terdiri dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kredit pembiayaan kendaraan, seperti mobil dan motor.
“Kalau untuk consumer, KPR. Kemudian consumer untuk pembiayaan motor, mobil dari Adira Finance, kalau untuk angka saya rasa pertumbuhan double digit dari tahun lalu, target kredit consumer sama seperti yang tadi tahun lalu pertumbuhan untuk kredit konsumer terutama yang dari Adira Finance lebih dari 20 persen yoy,” imbuhnya.
Di era suku bunga tinggi, Bank Danamon juga berusaha menjaga kualitas kredit. Ivan mengatakan, saat ini rasio non-performing loan (NPL) berada pada level di bawah 3 persen, jauh di bawah threshold yang ditentukan regulator, yakni maksimal 5 persen.
Oleh karena itu, Bank Danamon akan lebih selektif dalam memberikan kredit untuk menjaga rasio NPL tetap terkendali, dengan mengedepankan manajemen risiko yang baik.
Baca juga: Bank Danamon Cetak Laba Bersih Rp831 Miliar di Kuartal I 2024
“Untuk pemberian kredit tentunya dilakukan sesuai risk appetite bank, ada risk exestence kriterianya, ada kriterianya yang kami lakukan, dan risk management yang dilakukan, jadi kami beroperasi dengan normal saja,” ujar Ivan.
Pada kuartal I 2024, Bank Danamon berhasil menyalurkan kredit dan trade finance mencapai Rp179,7 triliun, atau meningkat sebesar 18 persen secara tahunan atau year on year. Raihan ini didorong oleh pertumbuhan dari seluruh segmen bisnis. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Target kredit 2026 sebesar 7–9 persen, lebih rendah dari realisasi 2025 yang tumbuh… Read More
Poin Penting BEI melakukan evaluasi mayor dan minor sejumlah indeks untuk periode Februari 2026, dengan… Read More
Poin Penting Empat alumni LPDP telah mengembalikan dana hingga Rp2 miliar per orang karena tidak… Read More
Poin Penting WSKT dan Kementerian PU bangun 5 blok Huntara di Aceh Utara, menampung hingga… Read More
Poin Penting OJK menetapkan free float minimum saham menjadi 15 persen, naik dari 7,5 persen,… Read More
Poin Penting BRI membuka peluang rasio dividen 2025 lebih tinggi, didukung CAR kuat di level… Read More