Hingga Minggu ke-4 Januari 2018, BI Catat Inflasi 0,48%
Jakarta– Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut, cadangan devisa Indonesia yang meningkat hingga mencapai US$123,8 miliar pada akhir Juni tersebut dapat membuat neraca pembayaran surplus hingga US$3 miliar pada kuartal kedua tahun ini.
“Kuartal kedua itu secara keseluruhan ya akan mengalami surplus sekitar US$3 miliar. Anda bisa membandingkan kenaikan cadangan devisa dari akhir Maret ke akhir Juni,” kata Perry di Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.
Perry menjelaskan, posisi cadangan devisa tersebut masih setara dengan pembiayaan 7,1 bulan impor atau 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
“Kami juga tunggu BPS untuk melihat persisnya angka defisit transaksi berjalan seperti apa, tapi prakiraan kami tidak akan lebih dari 3% dari produk domestik bruto (PDB), lebih rendah,” tambahnya.
Sementara itu,Bank Indonesia (BI) mencatatkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2019 sebesar US$123,8 miliar atau meningkat 2,9% atau sekitar US$3,5 miliar bila dibandingkan dengan posisi pada akhir Mei 2019 yang sebesar US$120,3 miliar. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting RUPST Bank Jateng mengangkat Bambang Widiyatmoko sebagai Direktur Utama, menggantikan Irianto Harko Saputro.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup stagnan di zona hijau pada level 8.235,48, dengan 341 saham menguat,… Read More
Poin Penting Target penjualan Rp5,5 triliun pada 2026 ditopang Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.… Read More
Poin Penting PT Bank Digital BCA fokus kredit ritel lewat channeling dengan lebih dari 10… Read More
Poin Penting BEI dan OJK menyiapkan indeks saham syariah hijau yang ditargetkan terbit pada 2026… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed sepakat meningkatkan kerja sama investasi,… Read More