News Update

BI: Program DP Nol Persen Untuk MBR Sulit Diwujudkan

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyambut positif program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berniat membangun 50.000 rumah dengan Down Payment (DP) nol persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah Jakarta.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan, walau pihaknya mendukung, dirinya tetap memberikan masukan serta saran kepada pihak Pemprov DKI Jakarta agar mengkaji lebih dalam mengenai program tersebut.

“Kami menyambut baik karena penduduk di Jakarta lebih dari 10 juta masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, di Jakarta itu cukup banyak tantangan. Dan tantangan itu yang utama adalah rumah yang siap untuk MBR itu mahal,” ungkap Agus di Kompleks BI Jakarta, Jumat 5 Januari 2018.

Agus menilai, program tersebut terasa sulit dilaksanakan karena biaya untuk membangun rumah di wilayah Jakarta memerlukan biaya hingga Rp 350 juta per unit. Sedangkan untuk kriteria MBR menurut undang-undang ialah masyarakat yang berpenghasilan dibawah Rp7 juta.

“Di Jakarta lahannya mahal, kontruksinya mahal dan tentu untuk finishingnya mahal. Jadi rumah untuk MBR yang di bawah Rp350 juta per unit itu cukup sulit di wujudkan. MBR sebagaimana diatur UU adalah masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp7 juta per keluarga. Kalau dibawah, kan masyarakat itu perlu ada biaya hidup dulu. Setelah dia menjalankan hidup, nanti baru tersedia disposible income untuk dia membayar bunga dan cicilan,” ucapnya.

Agus menjelaskan, pengadaan DP yang harus dibayarkan ialah untuk untuk memitigasi risiko jika terjadi kredit macet. Pengaturan batas minimum DP sudah diatur dalam kebijakan Loan to Value (LTV).

Dalam kebijakan tersebut, Bank Indonesia mensyaratkan DP untuk kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 10 persen dari total pembiayaannya. Namun, pihaknya mengaku dapat menurunkan angka LTV tersebut bila program DP Nol persen selaras dengan program pemerintah pusat.

“Kami menjelaskan sebetulnya program negara itu ada, boleh DP itu sampai 1 persen dan itu prasyaratnya haruslah program yang dilaksanakan oleh pemerintah. Tapi saya jelaskan, akan sangat baik apabila program Pemprov DKI sejalan dengan program pemerintah pusat. Kalau sudah masuk program Pemprov, kami tidak keberatan untuk LTV turun,” jelas Agus.

Dirinya menjelaskan, dalam program Pemerintah Pusat terdapat fasilitas untuk pembiayaan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau subsidi bunga atau subsidi uang muka dari pemerintah pusat yang dijalankan oleh Kementerian PUPR.

“Jadi kalau FLPP atau subsidi bunga atau uang muka. FLPP disalurkan oleh bank lalu 90 persen pembiayaannya diberikan FLPP. Sebanyak 90 persen tersebut harus berasal dari bank pemberi pembiayaan sendiri. Setelah itu baru diberikan pinjaman ke end user dengan suku bunga lima persen,” papar Agus.

Agus mengaku terus melakukan diskusi yang mendalam dengan pihak Pemprov DKI Jakarta. Selain itu, sebagaimana diketahui pada hari ini Jumat 5 Januari 2018 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi BI guna mendiskusikan program DP Nol persen tersebut.

“Nah jadi hal ini yang kita diskusikan dengan Pak Anis, sehingga kalau nanti mau direalisaikan itu nanti lebih tepat strukturnya dan bisa mencapai 50 ribu unit per tahun itu,” tutup Agus. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

2 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

3 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

6 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

7 hours ago

Arus Mudik Mulai Naik, Jasa Marga Imbau Pengguna Tol Pakai 1 Kartu e-Toll

Poin Penting Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tol menggunakan satu kartu e-Toll yang sama saat… Read More

9 hours ago