Bank Muamalat; Bank syariah pertama. (Foto: Erman)
Surabaya–Bank Indonesia (BI) menilai perkembangan ekonomi keuangan syariah Indonesia masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga yakni Malaysia. Pasalnya, ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia belum menjadi pilar kemaslahatan ekonomi bangsa.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam seminar yang bertema “Kebijakan Strategis Pemerintah dan Daerah Dalam Mengakselerasi Perkembangan Ekonomi Syariah” di Surabaya, Selasa, 27 Oktober 2015.
Menurutnya, meski perkembangan keuangan syariah masih dapat tumbuh di kisaran 33% atau lebih tinggi dari pertumbuhan keuangan syariah global yang secara rata-rata sebesar 16%, namun pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia dianggap masih belum memuaskan.
“Selama 5 tahun terakhir, perkembangan keuangan syariah memang tumbuh cukup mengesankan, kalau tidak salah 33%. Secara pertumbuhannya memang cukup mengesankan, tapi saya pribadi belum puas terhadap pertumbuhan itu,” ujar Perry.
Hal tersebut juga tecermin pada market share perbankan syariah dan perusahaan pembiayaan syariah yang secara nasional baru mencapai 4,6%. Padahal, keuangan syariah sudah digagas sejak 25 tahun yang lalu, namun sampai saat ini hanya mampu mencatatkan market share 4,6%.
“Asuransi takhaful juga baru 3%an. Dari tahun 1991 sampe 2015 kita baru mampu menaikkan seperti itu. 25 tahun sudah berjalan kita hanya mampu menumbuhkan 4,6% dari perbankan syariah, perusahaan pembiayaaan juga 4,6%,” tutup Perry. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Bank Jateng percepat ekspansi Kredit Kendaraan Bermotor dengan target 100.000 unit tahun ini.… Read More
Poin Penting RedDoorz membidik kenaikan pendapatan 20 persen menjelang Lebaran 2026. Kota seperti Garut, Tasikmalaya,… Read More
Poin Penting Rupiah melemah dibuka di Rp16.788 per dolar AS turun 0,17 persen dari penutupan… Read More
Poin Penting Harga emas Antam, Galeri24, dan UBS naik pada Jumat, 27 Februari 2026, dibandingkan… Read More
Poin Penting Pada pembukaan 27 Februari 2026, IHSG turun 0,30% ke level 8.210,43 dengan 663,67… Read More
Poin Penting Bank Saqu fokus meningkatkan engagement, event komunitas, promo digital, dan fitur aplikasi untuk… Read More