Jakarta–Bank Indonesia (BI) memperkirakan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2017 akan mengalami inflasi setelah pada bulan sebelumnya IHK mengalami deflasi sebesar 0,02 persen.
Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo mengatakan, kendati April 2017 akan mengalami inflasi, namun laju inflasi diperkirakan akan rendah karena terbantu oleh komponen inflasi volatile food yang terjaga.
Dia mengungkapkan, penyumbang inflasi pada bulan ini masih bersumber dari adanya penyesuaian tarif listrik yang dilakukan pemerintah. “Overall untuk satu bulan ini mudah-mudahan IHK inflasinya rendah,” ujar Dody di Jakarta, Rabu, 26 April 2017.
Lebih lanjut dia menambahkan, bahwa laju inflasi setidaknya masih akan mengalami tekanan hingga Juni mendatang. “Penyesuaian TTL masih akan dilakukan sampai Juni mendatang,” ucapnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pernah mengatakan, pencabutan subsidi listrik golongan 900 Volt Ampere (VA) akan mendongkrak inflasi di tahun ini. Namun, dia meyakini inflasi tahun ini tetap berada pada kisaran 4 persen plus minus 1 persen. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More
Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More