BI Pastikan Tak Intervensi Rupiah di April 2018
Jakarta – Bank Indonesia (BI) menilai, keputusan Fitch Ratings yang menaikkan peringkat utang Indonesia menjadi BBB dengan outlook stabil dianggap bakal meningkatkan kepercayaan investor asing untuk masuk ke pasar keuangan domestik.
Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat, 22 Desember 2017 mengatakan, minat asing untuk menanamkan modal di Indonesia akan meningkat, seiring dengan bertambahnya kepercayaan investor terhadap kemampuan Indonesia membayar utang.
“Jadi analisis mereka (Fitch), persepsi mengenai pengelolaan ekonomi Indonesia direfleksikan ke dalam rating. Kalau credit rating BBB tanpa minus, artinya ada upgrade sekali di posisi investment grade,” ujar Mirza.
Sehingga, kata dia, kenaikan peringkat menjadi BBB dengan outlook stabil terhadap Indonesia menunjukkan bahwa fundamental ekonomi dan kemampuan negara untuk membayar utang semakin membaik. Pada akhirnya, kondisi itu meningkatkan kepercayaan asing untuk berinvestasi.
“Fitch sekali lagi terlebih dahulu melakukan upgrade terhadap credit rating Indonesia. Ini menunjukkan kepercayaan dunia internaisonal,” papar Mirza.
Dia meyakini, sentimen Fitch tersebut akan mendorong minat investasi di pasar modal, terutama di pasar surat utang negara. “Kita (Indonesia) pernah mencapai investment grade BBB di 1995, kemudian pada 1997 itu sudah agak turun ke BBB-. Kemudian mengalami krisis 1998,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur BI Agus Martowardojo menilai bahwa keputusan Fitch Ratings yang menaikkan peringkat kredit Indonesia menjadi BBB dengan outlook stabil menunjukkan keberhasilan pemerintah dan BI dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di dalam negeri.
“Peningkatan rating Fitch itu merupakan pencapaian yang kami sambut baik, karena level BBB merupakan level tertinggi peringkat rating yang pernah dicapai Indonesia sejak 1995,” kata Agus Marto.
Lebih lanjut Agus Marto menyebutkan, bahwa pencapaian tersebut sebagai cerminan dari keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang menjadi landasan pertumbuhan ekonomi berkesinambungan.
“Ke depan, BI. tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, seimbang dan inklusif,” papar Agus Marto. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More