Agus Martowardjojo Irit Bicara Mengenai Calon Pengganti Dirinya
Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai penurunan peringkat kredit atau rating Tiongkok oleh Moody’s Investor Services, diyakini tidak akan berdampak negatif ke Indonesia. Hal ini sejalan dengan fundamental ekonomi RI yang masih dalam kondisi baik.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, fundamental ekonomi Indonesia yang masih positif ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Indonesia mampu mencegah dampak negatif yang muncul dari tekanan global.
Apalagi, kata dia, Indonesia baru saja mendapat peningkatan peringkat utang menjadi Investment Grade dari Standart & Poor (S&P). “Dampaknya ke ekonomi Indonesia cukup positif. Kita juga tahu bahwa Indonesia baru dapat upgrade dari S&P,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 26 Mei 2017.
Dirinya menambahkan, kondisi global saat ini cukup memberikan angin segar dan tak berdampak negatif. Misalnya saja ekonomi Amerika Serikat (AS) yang diprediksi akan membaik seiring dengan rencana anggaran yang diajukan oleh Presiden Donald Trump. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang digelar rutin untuk menyampaikan… Read More
Dengan adanya MyPanin, menegaskan komitmen PaninBank dalam menghadirkan aplikasi layanan perbankan digital yang komprehensif, nyaman,… Read More