Moneter dan Fiskal

BI: Penjualan Eceran Tumbuh 4,3 Persen pada Oktober 2025, Didukung Permintaan Natal

Poin Penting

  • Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penjualan eceran Oktober 2025 tumbuh 4,3% yoy didorong meningkatnya permintaan jelang Natal.
  • Kenaikan penjualan terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta barang budaya dan rekreasi.
  • Ekspektasi penjualan dan harga diperkirakan terus naik hingga Maret 2026, seiring momentum HBKN Natal dan Idulfitri.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja penjualan eceran diperkirakan meningkat. Pada Oktober 2025 Indeks Penjualan Riil (IPR) diperkirakan tumbuh sebesar 4,3 persen yoy atau 219,7, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 3,7 persen yoy.

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) September 2025 yang diterbitkan BI, Peningkatan penjualan eceran tersebut terutama bersumber dari kenaikan pertumbuhan penjualan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 6,4 persen yoy, Barang Budaya dan Rekreasi 4,7 persen yoy, serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya 0,3 persen yoy.

Namun, secara bulanan, penjualan pada Oktober 2025 diperkirakan meningkat 0,6 persen mtm, seiring peningkatan permintaan masyarakat menjelang persiapan Hari Besar Keagamaan nasional (HBKN) Natal yang didukung oleh kelancaran distribusi.

Baca juga: Survei BI: Penjualan Properti Lesu, Pembelian Rumah Masih Didominasi KPR

Sementara, pada September 2025 Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat sebesar 218, atau secara tahunan tumbuh sebesar 3,7 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan 3,5 persen yoy pada Agustus 2025. Peningkatan tersebut terutama berasal dari kelompok suku cadang dan aksesori 12,4 persen yoy, makanan, minuman, dan tembakau 5,4 persen yoy, serta Barang Budaya dan Rekreasi 2,6 persen yoy.

Secara bulanan, penjualan eceran pada September 2025 diindikasikan tercatat kontraksi sebesar 2,4 persen mtm, setelah tumbuh 0,6 persen mtm pada Agustus 2025. Beberapa kelompok yang masih tercatat meningkat antara lain, kelompok peralatan informasi dan komunikasi 1,2 persen mtm dan suku cadang dan aksesori 1,4 persen mtm.

Sementara penurunan penjualan tercatat pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau -2,2 persen mtm, perlengkapan rumah tangga lainnya -3,4 persen, mtm, serta subkelompok sandang -19,2 persen mtm.

Prospek Penjualan dan Harga Diprediksi Meningkat di Akhir Tahun

Adapun responden memprakirakan penjualan eceran pada tiga dan enam bulan yang akan datang, yakni Desember 2025 dan Maret 2026, mengalami peningkatan.

Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Desember 2025 dan Maret 2026 yang masing-masing tercatat sebesar 167,7 dan 155,7, lebih tinggi dibandingkan 146,8 dan 142,3 pada periode sebelumnya. Peningkatan IEP tersebut diperkirakan didorong oleh kenaikan permintaan saat periode HBKN Natal dan libur akhir tahun, serta Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H.

Baca juga: Purbaya Surati Seluruh Pemda, Minta Belanja Daerah Dipercepat

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada tiga dan enam bulan yang akan datang, yakni Desember 2025 dan Maret 2026 diprakirakan meningkat.

Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Desember 2025 dan Maret 2026 masing-masing sebesar 157,2 dan 172,5, lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 134,6 dan 169,2Peningkatan tersebut sejalan dengan kenaikan permintaan saat HBKN Natal 2025 dan HBKN Idulfitri 2026. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Bank Mandiri Hadirkan Program Berbagi Takjil di Menara Mandiri Sudirman

Poin Penting Bank Mandiri sediakan berbuka puasa di Menara Mandiri lewat Livin’ by Mandiri. Program… Read More

18 mins ago

Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More

33 mins ago

BGN Janji Tindaklanjuti Menu MBG Ramadan yang Melenceng dari Anggaran

Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More

37 mins ago

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Januari 2026 Anjlok 14 Persen

Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More

49 mins ago

KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More

59 mins ago

Insentif Ramadan-Lebaran Rp12,8 Triliun, DPR: Jangan Sekadar Stimulus Musiman

Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More

1 hour ago