ILUSTRASI. BI proyeksikan penjualan eceran di November 2025 meningkat. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Bank Indonesia (BI) menilai kinerja penjual eceran pada Desember 2025 diperkirakan tetap tumbuh secara tahunan dan meningkat secara bulanan. Hal ini tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Desember 2025 diprakirakan sebesar 231,7 atau tumbuh 4,4 persen (yoy), meski lebih rendah dibandingkan 6,3 persen (yoy) pada November 2025.
Berdasarkan Survei Penjualan Eceran yang diterbitkan BI, Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kelompok suku cadang dan aksesori (12,4 persen yoy), makanan, minuman, dan tembakau (6,9 persen yoy), barang budaya dan rekreasi, (3,5 persen yoy), serta bahan bakar kendaraan bermotor (0,2 persen yoy).
Secara bulanan, IPR Desember 2025 tumbuh sebesar 4,0 persen (month to month/mtm), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,5 persen (mtm).
Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama peralatan informasi dan komunikasi (13,9 persen mtm), diikuti barang budaya dan rekreasi (3,5 persen mtm), perlengkapan rumah tangga lainnya (3,6 persen mtm), serta makanan, minuman, dan tembakau (3,7 persen mtm).
“Seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat pada saat HBKN Natal dan Tahun Baru yang didukung oleh kelancaran distribusi,” tulis laporan tersebut, Senin, 12 Januari 2026.
Baca juga: BPS Catat Kenaikan Harga Beras dari Penggilingan hingga Eceran
Selain itu, responden memprakirakan penjualan eceran menurun dalam tiga bulan mendatang, namun meningkat dalam enam bulan mendatang.
Hal itu tecermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Februari 2026 tercatat sebesar 143,2, menurun dari 157,2 pada periode sebelumnya akibat faktor musiman, yaitu jumlah hari yang lebih sedikit.
Baca juga: Saham Emiten Rokok Kompak “Ngebul” Usai Purbaya Tak Naikkan Cukai dan Harga Eceran di 2026
Meski demikian, IEP Februari 2026 lebih tinggi dibandingkan IEP periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 127,7 yang dipengaruhi oleh momentum Ramadan 1447 H.
Sementara itu, IEP pada Mei 2026 tercatat sebesar 145,0, sedikit meningkat dibandingkan periode sebelumnya sebesar 144,8, didorong oleh kenaikan permintaan dalam rangka serangkaian HBKN, antara lain Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.
Dari sisi harga, tekanan inflasi dalam tiga bulan mendatang, yakni Februari 2026, diprakirakan meningkat, sementara pada enam bulan mendatang atau Mei 2026 diprakirakan menurun.
Kondisi tersebut tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari 2026 yang tercatat sebesar 168,6, lebih tinggi dibandingkan 163,2 pada periode sebelumnya, didorong oleh ekspektasi kenaikan harga menjelang Ramadan 1447 H.
Sementara itu, IEH Mei 2026 turun dari sebelumnya 161,7 menjadi 154,8.
Baca juga: Survei BI: Penjualan Eceran Diperkirakan Tumbuh 5,9 Persen Jelang Nataru
Adapun pada November 2025 mengindikasikan kinerja penjualan eceran meningkat baik secara bulanan maupun tahunan. Kondisi ini tecermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2025 yang tercatat sebesar 222,9 atau secara tahunan tumbuh sebesar 6,3 persen (yoy), lebih tinggi dari 4,3 persen (yoy) pada Oktober 2025.
Seluruh kelompok komoditas mencatatkan kinerja yang lebih baik dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok suku cadang dan aksesori (17,7 persen yoy), diikuti makanan, minuman, dan tembakau (8,5 persen yoy), barang budaya dan rekreasi (8,1 persen yoy), serta bahan bakar kendaraan bermotor (0,8 persen yoy).
Secara bulanan, penjualan eceran pada November 2025 tumbuh sebesar 1,5 persen (mtm), meningkat dari 0,6 persen (mtm) pada Oktober 2025.
Mayoritas kelompok mencatat kenaikan, terutama peralatan informasi dan komunikasi (5,5 persen mtm), suku cadang dan aksesori (4,2 persen mtm), bahan bakar kendaraan bermotor (2,8 persen mtm), serta makanan, minuman, dan tembakau (1,2 persen mtm), seiring peningkatan permintaan masyarakat menjelang periode festive akhir tahun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pemerintah menarik utang Rp736,3 triliun hingga Desember 2025, setara 94,9 persen dari target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 0,58% ke level 8.884, dipicu aksi ambil untung setelah menyentuh… Read More
Oleh Krisna Wijaya, bankir senior dan fakulti di Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) PERCEPATAN digitalisasi… Read More
Poin Penting Menkop menggandeng lintas K/L untuk mempercepat pembangunan gerai fisik Kopdes Merah Putih sesuai… Read More
Poin Penting Perdagangan internasional menghadapi tantangan besar, seperti volatilitas geopolitik, perubahan rantai pasok, dan munculnya… Read More
Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More