News Update

BI: Penguatan Rupiah di 2019 Akan Didorong oleh 4 Faktor Ini

JakartaBank Indonesia (BI) memperkirakan, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih akan melanjutkan penguatannya di sepanjang tahun ini. Menurut BI, ada empat faktor baik dari global maupun domestik yang mendorong nilai tukar rupiah tetap menguat terhadap dolar AS.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, faktor pertama yang mendorong penguatan rupiah yakni terkait dengan kenaikan suku bunga The Fed atau Fed Fund Rate (FFR) di tahun ini yang diprediksi akan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. BI memproyeksi suku bunga The Fed hanya naik sebanyak dua kali.

“Nilai tukar rupiah ke depan bergerak stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry.

Selanjutnya faktor kedua, kepercayaan investor global terhadap perekonomian Indonesia juga akan terus membaik. Modal asing yang masuk ke domestik diperkirakan akan terus mengalir deras sepanjang tahun ini. Di mana sejak awal tahun ini hingga 24 Januari 2019, aliran dana asing yang masuk mencapai Rp 19,2 triliun,

Baca juga: Aliran Modal Asing Masuk Rp19,2 Triliun, Buat Rupiah Makin Perkasa

Kemudian, faktor keempat adalah kondisi fundamental ekonomi domestik yang terus membaik. Menurut Perry, pihaknya bersama pemerintah juga akan terus menjaga defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang sesuai target di tahun ini, yaitu 2,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Lalu faktor yang keempat, lanjut Perry, BI berkomitmen untuk terus melakukan mekanisme pasar guna menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Tak hanya di pasar spot, tapi juga forward, dan domestic non delivery forward (DNDF) yang belakangan semakin aktif ditransaksikan.

“DNDF semakin aktif, gak hanya korporasi perbankan dalam negeri, tapi juga investor asing. Ini semakin mendukung stabilitas nilai tukar melalui mekanisme pasar,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

3 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

3 hours ago

Bos BTN Laporkan Penurunan NPL Konstruksi di Bawah 10 Persen

Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More

4 hours ago

IHSG Berbalik Ditutup Menguat 0,39 Persen, Mayoritas Sektor Hijau

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More

4 hours ago

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

5 hours ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

5 hours ago