Moneter dan Fiskal

BI: Pekan Ketiga Maret 2017 Inflasi Sentuh 0,05%

Semarang–Bank Indonesia (BI) menyatakan, hingga pekan ketiga bulan Maret 2017, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) berada pada posisi 0,05 persen. Ini berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan oleh bank sentral.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Semarang, Jumat, 31 Maret 2017. Menurutnya, inflasi Maret 2017 masih terjaga meski ada kenaikan tarif listrik yang sebelumnya sempat mendorong laju inflasi.

“Inflasi Maret 0,05 persen menurut SPH kita, tetapi saya sambut baik, walaupun ada faktor listrik dan faktor pulsa telepon yang menekan. Inflasi 0,05 persen itu sudah minggu ketiga,” ujarnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

50 seconds ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

3 mins ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

57 mins ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

1 hour ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

1 hour ago