BI: Capital Inflow Minggu Pertama Januari Capai Rp6,8 Triliun
Balikpapan – Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan Bank Indonesia (BI), tingkat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada pekan kedua Juli 2017 tercatat sebesar 0,25 persen (month to month/mtm) atau lebih rendah dibanding pekan pertama Juli 2017 yang sebesar 0,32 persen.
Gubernur BI Agus DW Martowardojo di Balikpapan, Jumat, 14 Juli 2017 mengatakan, meredanya tekanan inflasi nasional yang berada dikisaran 0,25 persen pada pekan kedua ini karena menyusutnya tekanan tarif transportasi dan terjaganya harga bahan makanan bergejolak (volatile food).
“Bawang putih dan segala varian cabai itu cukup terkendali,” ujar Agus Marto.
Menurut Agus, selain terjaganya komponen inflasi volatile food, menurunnya laju inflasi juga disebabkan oleh meredanya tekanan tarif transportasi setelah Idul Fitri 2017. Pada Juni 2017, tarif transportasi menjadi penyebab kenaikan inflasi karena gejolak harga pada arus mudik Idul Fitri 2017.
“Sekarang tarif transportasi justeru berkebalikan dan menjadi deflasi,” ucapnya.
Lebih lanjut dia menambahkan, penurunan tekanan dari kelompok tarif yang diatur pemerintah (administered prices) karena kenaikan harga listrik segmen 900 Volt Ampere (VA) yang sudah tidak terasa signifikan, juga menjadi pendorong laju inflasi menurun di pekan kedua bulan ini.
Di sisi lain, kata dia, dengan inflasi Juli yang tercatat 0,25 persen hingga pekan kedua Juli 2017, maka inflasi tahunan di bulan ketujuh ini akan berada pada kisaran 3,9 persen (yoy). Kendati demikian, angka ini masih sejalan dengan target inflasi BI akhir tahun ini yakni kisaran 4 persen plus minus 1 persen. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More