“Kita lihat bahwa euro terus menunjukkan currency yang menguat. Kalau di Indonesia memang terjaga karena inflow cukup besar dan eksportir juga melepas dolarnya karena nilai tukarnya juga mencerminkan daripada fundamental ekonomi Indonesia,” ucap Agus.
Sementara itu, lanjut dia, Bank Sentral juga memperkirakan neraca pembayaran Indonesia masih dalam tren yang positif. Hal tersebut, kata dia, tercermin dari transaksi modal dan transaksi finansial sehingga membuat overall balance terbilang cukup positif.
“Transaksi berjalan di kuartal I di bawah 1 persen PDB secara musiman memang di kuartal II lebih tertekan tapi kuartal II ada di bawah dua persen dari PDB. Tapi nanti sepanjang tahun ini ada di 1,8 persen dari PDB,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More