“Kita lihat bahwa euro terus menunjukkan currency yang menguat. Kalau di Indonesia memang terjaga karena inflow cukup besar dan eksportir juga melepas dolarnya karena nilai tukarnya juga mencerminkan daripada fundamental ekonomi Indonesia,” ucap Agus.
Sementara itu, lanjut dia, Bank Sentral juga memperkirakan neraca pembayaran Indonesia masih dalam tren yang positif. Hal tersebut, kata dia, tercermin dari transaksi modal dan transaksi finansial sehingga membuat overall balance terbilang cukup positif.
“Transaksi berjalan di kuartal I di bawah 1 persen PDB secara musiman memang di kuartal II lebih tertekan tapi kuartal II ada di bawah dua persen dari PDB. Tapi nanti sepanjang tahun ini ada di 1,8 persen dari PDB,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting BCA Digital raih laba Rp213,4 miliar, ditopang DPK Rp14,3 triliun (+22%) dan kredit… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting Amartha Prosper resmi meluncur, tawarkan imbal hasil 6,5–14 persen per tahun dengan konsep… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More