Rupiah Anjlok Rp14.700, BI Diminta Kembali Naikan Suku Bunga
Jakarta – Bank Indonesia membuat kejutan dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4.75% Kamis lalu. Hal ini bertujuan memacu permintaan domestik dan pertumbuhan ekonomi.
BI sendiri telah memangkas BI 7-day Repo Rate sebanyak enam kali tahun ini dan dampaknya terefleksikan dengan peningkatan inflasi September menjadi 3.07%. Inflasi masih berkisar di 3%-5% pada 2016 sehingga masih ada ruang untuk pelonggaran lebih lanjut.
Sementara itu, Rupiah merosot tajam terhadap Dolar AS ke level di bawah Rp13.000 setelah pemangkasan ini.
Jameel Ahmad, Reseacrh Analyst FXTM menilai, walaupun prospek umum terhadap perekonomian Indonesia tetap menjanjikan dengan program amnesti pajak, Rupiah berpotensi semakin merosot. Hal itu, tambahnya, karena semakin besarnya harapan kenaikan suku bunga Fed di bulan Desember ini menekan aset pasar berkembang.(*) (Baca juga : BI 7-day Repo Rate Turun 1,5%, Bunga Kredit Baru 0,6%)
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai restitusi pajak pada 2026 sebesar Rp270 triliun. Proyeksi… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak menguat pada Kamis, 5 Februari 2026, dengan kenaikan… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah 0,17% ke level Rp16.805 per dolar AS pada perdagangan Kamis… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,09% ke level 8.153,77 pada awal perdagangan 5 Februari 2026,… Read More
Poin Penting Program Semarak Berkah Ramadan BAF berlangsung 5 Februari-31 Maret 2026 dengan hadiah utama… Read More
Poin Penting IHSG berpeluang menguat dan diperkirakan menguji area 8.328-8.527, meski tetap perlu mewaspadai potensi… Read More