Perbankan

BI Pangkas Suku Bunga, OCBC NISP Siap Genjot Pertumbuhan Kredit

Jakarta – Pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 5,50 persen pada Mei 2025 menjadi angin segar bagi industri perbankan. Khususnya, mendorong pertumbuhan kredit perusahaan.

Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) atau OCBC Hartati mengungkapkan, pemangkasan suku bunga BI Rate telah sejalan dengan perkiraan perseroan dan memberikan sinyal positif untuk mendorong pertumbuhan kredit.

“Kami akan terus berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” katanya kepada Infobanknews, Senin, 26 Mei 2025.

Baca juga : BI Pangkas Suku Bunga, Bos CIMB Niaga Harap Bisa Tekan Cost of Fund

Menurutnya, penurunan suku bunga ini diharapkan bisa menekan beban atau cost of fund bank sehingga memudahkan penyalurkan kredit kepada nasabah.

“Penurunan suku bunga dapat memengaruhi cost of fund ke depan secara bertahap,” ujarnya.

Pihaknya akan terus mengakselerasi akselerasi pertumbuhan Current Account Saving Account (CASA) atau rasio dana murah dan kredit yang berkualitas dengan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kinerja intermediasi.

“Dengan begitu kualitas kredit dapat terjaga dengan baik,” jelasnya.

Baca juga : Kredit Perbankan Melambat, Hanya Tumbuh 8,88 Persen di April 2025

Terkait potensi penurunan suku bunga kredit perseroan, bank secara periodik akan melakukan review terhadap suku bunga kredit dengan mempertimbangkan profil risiko dan biaya dana.

Diketahui, BI mengumumkan pemangkasan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur Mei 2025 di Jakarta, Rabu, 21 Mei 2025.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan memangkas BI Rate tersebut konsisten dengan prakiraan inflasi 2025 dan 2026, yang rendah serta terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen. 

Menurutnya, pemangkasan suku bunga bertujuan mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah yang sesuai dengan fundamental, serta turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

9 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

10 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

10 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

16 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

17 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago