Perbankan; Setoran ke BI turun. (Foto: Erman)
Jakarta–Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini selain memutuskan mempertahankan BI Rate, juga memutuskan untuk melakukan pelonggaran moneter dengan menuurunkan Giro Wajib Minimum primer dari 8% menjadi 7,5%.
Kebijakan tersebut akan mulai berlaku 1 Desember 2015. “Bank Indonesia menilai ada ruang untuk pelonggaran moneter,” kata Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 17 November 2015.
BI memang telah memberi sinyal bagi pelonggaran moneter sejak Rapat Dewan Gubernur bulan lalu. Bank sentral meyakini ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter tersebut karena inflasi yang diperkirakan akan di bawah 3% tahun ini, atau di batas bawah sasaran BI 4±1%.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan pelonggaran tersebut dilakukan untuk mengatasi pelambatan pertumbuhan.
BI menurutnya belum bisa melakukan pelonggaran dengan menurunkan BI Rate, karena masih melihat risiko kenaikan suku bunga Fed Fund Rate.
“Nanti setelah itu kita lihat lagi, ini me-address isu fundamental makro kita address dengan pelonggaran kebijakan moneter, tapi pelonggaran hanya bisa dilakukan kalau Current Account dan inflasi beres. Nah sekarang sudah beres,” tandas Mirza. (*) Ria Martati
Poin Penting Kasus Babay Farid Wazdi dalam pemberian kredit Rp150 miliar ke Sritex dinilai memiliki… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,22 persen ke level 8.971,07 pada awal perdagangan 26 Januari… Read More
Poin Penting Majelis hakim membebaskan Agus Fitrawan karena perkara kredit Bank Sulselbar dinilai sebagai sengketa… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS stagnan di Pegadaian pada Senin (26/1/2026), masing-masing bertahan… Read More
Poin Penting Rupiah menguat 0,21 persen pada awal perdagangan Senin (26/1/2026) ke level Rp16.784 per… Read More
Poin Penting IHSG masih rawan koreksi, dengan potensi penguatan terbatas di kisaran 8.960–8.985 dan area… Read More