Moneter dan Fiskal

BI Optimistis The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga Lebih Besar hingga Akhir Tahun

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) bakal memangkas suku bunga lebih besar lagi sampai akhir tahun ini. Sebelumnya, pada Rabu (18/9/2024), The Fed telah memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) ke kisaran 4,75 persen sampai 5,00 persen. 

“FFR ini akan turun lebih cepat dan lebih besar dibandingkan perkiraan kita sebelumnya,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya saat acara Taklimat Media di Jakarta, Selasa, 24 September 2024.   

Juli jelaskan lebih lanjut bahwa prediksi BI itu didasarkan oleh tiga indikator utama. Indikator pertama, yakni perekonomian global cenderung melambat. Hal itu, menurutnya, akan mendorong The Fed untuk menurunkan suku bunganya lebih besar lagi. 

Baca juga: BCA Sebut Likuiditas Ample di Tengah Penurunan Suku Bunga BI

“Perekonomian global, kinesis dari ekonomi global ini intinya adalah bahwa ekonomi dunia cenderung melambat,” jelas Juli.

Sebagaimana pernyataan Gubernur BI Perry Warjiyo, kejelasan pergerakan Fed Fund Rate ini sesuai dengan waktunya. Padahal jika dilihat pada Rapat Dewan Gubernur sebelumnya, BI memproyeksikan penurunan suku bunga The Fed akan berlangsung lama. 

“Di RDG bulan lalu kita kalau lihat tidak ada kepastian, namun pada RDG September ini semakin jelas terkait dengan penurunan suku bunga,” imbuhnya. 

Indikator kedua, BI melihat adanya tren penurunan tingkat inflasi global, termasuk yang terjadi di negara maju seperti AS.

“Inflasinya cenderung menurun. Ini menggambarkan inflasi di negara maju menurun utamanya di AS dan mengarah pada sasaran jangka panjang,” tuturnya.

Kemudian, indikator berikutnya adalah adanya penyerapan tenaga kerja yang cenderung menurun di AS. Hal itu sontak memicu The Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya demi mempermudah kondisi bisnis korporasi secara keseluruhan. 

Baca juga: BI dan The Fed Kompak Pangkas Suku Bunga, Begini Efeknya ke Performa Pasar Modal RI

Di lain sisi, Juli mengungkapkan jika pasar keuangan global berharap The Fed bisa memangkas suku bunga acuannya sebesar 100 bps hingga akhir 2024.

Bahkan, kata Juli, Gubernur BI telah menyampaikan dalam Rapat Dewan Gubernur 17-18 September 2024 lalu, bahwa The Fed diproyeksikan akan menurunkan suku bunga sebanyak 3 kali pada tahun ini, yakni September, November, dan Desember.

“FFR ini akan turun lebih cepat dan lebih besar dibandingkan perkiraan kita sebelumnya,” pungkasnya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Purbaya Ungkap Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Sempat Lolos Meski Ditolak

Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More

11 mins ago

Tak Perlu Ribet Tukar Uang, Belanja di Korea Selatan Kini Cukup Scan QR Livin’ by Mandiri

Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More

42 mins ago

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 ke 4,7 Persen, Purbaya: Mereka Salah Hitung

Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More

42 mins ago

GrabX 2026

Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More

46 mins ago

Hasil Investigasi PBB: TNI Tewas di Lebanon Akibat Peluru Tank Israel

Poin Penting Temuan PBB menyebutkan peluru yang menewaskan prajurit TNI pada 29 Maret ditembakkan dari… Read More

1 hour ago

BI Catat DPK Valas Bank Capai Rp1.367,2 Triliun per Februari 2026

Poin Penting BI mencatat DPK valas Februari 2026 sebesar Rp1.367,2 triliun, relatif stabil dibanding Januari,… Read More

1 hour ago