Ilustrasi optimisme konsumen/istimewa
Jakarta – Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Juli 2018 yang dirilis Bank Indonesia (BI) tercatat 124,8 atau menunjukkan optimisme konsumen masih tetap terjaga. Namun, Survei Konsumen yang dilakukan BI tersebut, IKK Juli 2018 lebih rendah dibandingkan dengan IKK dibulan sebelumnya yang sebesar 128,1.
Berdasarkan data BI yang dikutip, di Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018 menyebutkan, bahwa optimisme konsumen yang tetap terjaga itu, tercermin dari IKK Juli 2018 yang tercatat masih berada diatas 100 atau masuk dalam zona optimis. Keyakinan konsumen ini tetap terjaga yang ditopang oleh beberapa faktor.
Baca juga: BI: Inflasi Juli Capai 0,28% Bukan Karena Pelemahan Rupiah
Keyakinan konsumen ditopang oleh relatif stabilnya Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) dengan masih kuatnya ekspektasi penghasilan ke depan. Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) tercatat melemah, terutama dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini dan keyakinan konsumen untuk melakukan pembelian barang tahan lama.
Hasil survei yang dilakukan Bank Sentral juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga pada 3 bulan mendatang (Oktober 2018) diperkirakan meningkat dari bulan sebelumnya yang dipengaruhi oleh kekhawatiran konsumen terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang akan diputuskan oleh pemerintah.
Sementara itu, meningkatnya perkiraan tekanan kenaikan harga pada 6 bulan mendatang (Januari 2019) disebabkan oleh peningkatan permintaan pada periode Tahun Baru. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More