Jakarta– Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini akan lebih baik ketimbang perkiraan sebelumnya. Hal itu merujuk pada pertumbuhan kuartal empat 2015 yang tercatat 5,04%, lebih tinggi dari perkiraan BI 4,9%.
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juda Agung mengatakan meski masih belum mengubah proyeksi pertumbuhan tahun ini yang diperkirakan 5,2%-5,6%, BI meyakini pertumbuhan akan lebih baik.
“Kami optimis bahwa pertumbuhan di 2016 ini akan tinggi, triwulan empat kemairn menunjukkan momentum pertumbuhannya sudah terakselerasi, kalau kita lihat proyeksi berbagai lembaga kelihatannya akan merevisi ke atas,” kata Juda di Jakarta, Selasa 9 Februari 2016.
Juda mengatakan berdasarkan konsensus, pertumbuhan ekonomi Indonesia di 4,9%, namun melihat pertumbuhan pad akuartal keempat 2015, berbagai lembaga diperkirakan akan merevisi ke atas proyeksi mereka.
” Kami kan 5,2-5,6%, kami masih konsisten, tapi kami lebih optimis. Sebelumnya kami di batas bawah 5,2% dengan perkembangan di kuartal empat kami yakin akan naik,” tandasnya.
Terpisah, Tim Riset CIMB Sekuritas menyatakan pertumbuhan GDP di kuartal keempat 2015 tumbuh sebesar 5.04% year on year, memang melampui ekspektasi konsensus sebesar 4.8%.
“Angka ini merupakan pertumbuhan terkuat sejak Q1 2014, dan mengokohkan harapan bahwa recovery sedang terjadi,”tulis Erwan Teguh analis CIMB Sekuritas dalam keterangan tertulisnya Selasa, 9 Februari 2016. Hal yang menjadi kunci pertumbuhan adalah belanja negara dan investasi yang menguat.
Kontribusi belanja negara terhadap GDP mencapai 12% yang merupakan angka tertinggi sejak Q4 thn 2013, sedangkan kontribusi komoditas menurun menjadi 13% dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 15%. Kami melihat kontribusi komoditas akan semakin melemah tahun ini.
“Untuk selanjutnya, harapan pendorong pertumbuhan masih ada di belanja negara dan belanja daerah,” tambahnya. (*) Ria Martati
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More