Moneter dan Fiskal

BI: Modal Asing Keluar RI Capai Rp4,58 Triliun di Awal November 2025

Poin Penting

  • Modal asing keluar Rp4,58 triliun pada awal November 2025, terutama dari pasar SBN dan SRBI, sementara pasar saham mencatat beli neto Rp2,54 triliun.
  • Premi risiko investasi (CDS) Indonesia naik ke 75,49 bps, menandakan peningkatan persepsi risiko pasar.
  • Rupiah melemah ke Rp16.690 per dolar AS dan yield SBN 10 tahun bergerak di kisaran 6,15–6,17 persen.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat pada akhir Oktober 2025 terjadi aliran modal asing keluar (capital outflow) dari Indonesia senilai Rp4,58 triliun.

Berdasarkan data transaksi yang dihimpun BI periode 3-6 November 2025, investor nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat melakukan jual neto sebesar Rp4,58 triliun.

Pada minggu pertama November 2025, aliran modal asing keluar tercatat di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Sementara di pasar saham terjadi aliran modal masuk.

“Terdiri dari jual neto sebesar Rp4,42 triliun di pasar SBN dan Rp2,69 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) serta beli neto sebesar Rp2,54 triliun di pasar saham,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya.

Baca juga: Penerbitan SRBI Bakal Terus Dilakukan, Meski Nilainya Turun

Sementara itu, premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 75,49 bps per 6 November 2025, dibandingkan 73,03 bps per 31 Oktober 2025.

Dengan demikian, selama 2025, berdasarkan data setelmen hingga 6 November 2025, nonresiden tercatat jual neto sebesar Rp39,13 triliun di pasar saham, Rp0,91 triliun di pasar SBN dan Rp137,71 triliun di SRBI.

Perkembangan Nilai Tukar dan Pasar Obligasi

Selain itu, BI juga melaporkan perkembangan nilai tukar 3-7 November 2025. Tercatat, nilai tukar per Kamis, 6 November 2025, rupiah ditutup di level (bid) Rp16.690 per dolar AS, dan dibuka pada level (bid) Rp16.695 per dolar AS pada Jumat, 7 November 2025.

Baca juga: Penerbitan SRBI Bakal Terus Dilakukan, Meski Nilainya Turun

Lalu, yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun naik ke level 6,17 persen pada Kamis, 6 November 2025, dan turun ke level 6,15 persen pada Jumat, 7 November 2025.

Sementara untuk indeks dolar (DXY) melemah ke level 99,73. Adapun yield UST (US Treasury) dengan tenor 10 tahun naik ke level 4,083 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gara-Gara Menu Kelapa Utuh, Operasional 9 Dapur MBG di Gresik Disetop

Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More

3 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Parkir di Zona Merah ke Posisi 7.022

Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More

3 hours ago

Konflik Iran-AS-Israel Dorong Harga Minyak, Defisit APBN Berpotensi Melebar

Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More

3 hours ago

Demutualisasi Bursa Efek dan Manajemen Risiko

Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More

3 hours ago

Cara Amartha Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Desa

Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More

3 hours ago

CCTV Tol Bisa Dipantau Real-Time di Travoy, Jasa Marga Bantu Pemudik Pilih Rute Terbaik

Poin Penting: Jasa Marga menyediakan akses CCTV di ruas tol yang dapat dipantau real-time melalui… Read More

3 hours ago