Menurutnya, dampak inflasi yang patut menjadi perhatikan adalah dari penyesuaian harga BBM. Dia menilai, kondisi tersebut juga dapat mengerek inflasi kelompok harga pangan bergejolak (volatile food). “Kenaikan harga BBM bisa pengaruhi ongkos angkut dan lain-lain. BBM pengaruh tapi tergantung bagaimana kita bisa kelola biaya angkut dan volatile food,” ucapnya.
(Baca juga: Pengendalian Inflasi 2017 Hadapi Sejumlah Tantangan)
Sementara itu, kata dia, penyesuaian tarif dasar listrik kategori 900VA hanya berdampak sedikit dan bersifat temporer. “Mengenai TDL kami lihat dampaknya ke core inflasi sangat kecil. Hanya karena kena ke administered price. TDL sangat terbatas, dampaknya temporer,” tutup Juda. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Kredit konsumen Bank Danamon tumbuh double digit di 2025, mencapai sekitar 12–15 persen,… Read More
Poin Penting BSN meluncurkan Bale Syariah by BSN sebagai mobile banking syariah terpadu untuk menjawab… Read More