Jakarta — Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi antara industri perbankan dan financial technology (Fintech) salah satunya melalui regulasi yang telah dikeluarkan oleh BI.
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Susiati Dewi pada seminar Infobank dengan tema “Kolaborasi Industri Perbankan dan Fintech dalam Sistem Pembayaran” di Ayana MidPlaza Hotel.
“Bagaimana fintech dan perbankan bisa berkolaborasi itu yang kita wacanakan tahapan kedepan,” kata Susiati di Jakarta, Kamis 21 Febuari 2019.
Susiati menambahkan, kedepan regulator akan membuat generalisasi terhadap data yang tersambung antara fintech dan perbankan. Nantinya generalisasi tersebut akan membuat data terkonfigurasi.
“Pengembangan kedepan bagaimana kita melakukan proses generalisasi. Kedepan kita bicara juga ke BPS dan lain harus ada single hub konfigurasi pemikiran harus kita godok,” tukas Susiati.
Menurutnya, kolaborasi antar kedua lembaga tersebut sangatlah penting guna lebih melayani masyarakat. Tak hanya itu, kolaborasi juga diharapkan semakin memajukan sistem pembayaran di Indonesia. (*)
Poin Penting Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dari sekitar USD73 hingga berpotensi USD120-140… Read More
Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More
Poin Penting Istana memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.… Read More
Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More
Poin Penting Industri BPD didorong mengadopsi agentic AI untuk meningkatkan efisiensi, keamanan siber, kepatuhan, dan… Read More
Poin Penting PLN beri diskon 50% tambah daya listrik via PLN Mobile selama 25 Februari–10… Read More