Moneter dan Fiskal

BI Masih Buka Ruang Pangkas Suku Bunga Acuan, Ini Pertimbangannya

Poin Penting

  • Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut ruang penurunan suku bunga acuan masih terbuka, didukung inflasi 2025–2026 yang terkendali di kisaran sasaran 2,5±1 persen.
  • BI dan pemerintah terus bersinergi lewat kebijakan moneter, fiskal, dan likuiditas untuk mendorong permintaan domestik.
  • BI menegaskan waktu pemangkasan berikutnya belum ditetapkan; saat ini BI fokus memperkuat transmisi kebijakan setelah enam kali pemangkasan sejak September 2024.

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengungkapkan masih membuka peluang penurunan suku bunga acuan atau BI Rate ke depannya.

“Sebenarnya Dewan Gubernur masih memandang bahwa ruang penurunan suku bunga ke depan itu masih terbuka,” ucap Perry dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu, 22 Oktober 2025.

Perry menjelaskan, potensi pemangkasan suku bunga tersebut mempertimbangkan inflasi tahun 2025 dan 2026 yang tetap terjaga rendah di kisaran sasaran 2,5±1 persen.

“Karenanya dengan inflasi yang terkendali itu terbuka ruang penurunan suku bunga,” tambah Perry.

Baca juga: Saham Big Banks Kompak Loyo Usai BI Umumkan Tahan Suku Bunga Acuan

Alasan lainnya, BI bersama pemerintah terus bersinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebab, Perry menilai, pertumbuhan ekonomi saat ini maupun tahun depan masih di bawah kapasitas output nasional.

Sehingga, kata Perry, penurunan suku bunga acuan masih terbuka untuk mendorong permintaan domestik agar perekonomian tumbuh lebih tinggi tanpa menimbulkan risiko kenaikan inflasi.

BI pun bersama dengan Kementerian Keuangan terus berupaya menambah kspansi fiskal guna mendorong sektor-sektor riil.

“Kami terus kemudian juga bersama pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspansi likuditas dan juga kebijakan insentif likuditas maupun digitalisasi. Sinergitas kebijakan fiskal dan moneter ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas,” ungkapnya.

Meski demikian, Perry belum bisa memastikan kapan waktu yang tepat untuk kembali memangkas suku bunga acuannya. Adapun BI telah memangkas BI Rate sebanyak enam kali sejak September 2024.

Baca juga: BI Tahan Suku Bunga, IHSG Ditutup Merosot 1,04 Persen ke Posisi 8.152

“Masalah waktunya tentu saja yang tadi kami sampaikan, setelah enam kali kita turun dan makanya sekarang fokus kami adalah memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter yang kami sudah tempuh,” tandasnya.

Sebagai informasi, BI memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4,75 persen. Begitu juga dengan suku bunga Deposit Facility dan suku bunga Lending Facility  masing-masing juga tetap 3,75 persen dan 5,5 persen di Oktober 2025. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

8 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

9 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

9 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

15 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

16 hours ago