Bank Indonesia (BI). Foto: Budi Urtadi
Poin Penting
Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada triwulan IV 2025 meningkat dan berada pada fase ekspansi (indeks >50 persen). Kondisi ini tecermin dari Purchasing Managers’ Index Bank Indonesia (PMI-BI) triwulan IV 2025 sebesar 51,86 persen, lebih tinggi dibandingkan 51,66 persen pada triwulan III 2025.
Berdasarkan komponen pembentuknya, peningkatan PMI-BI didorong oleh ekspansi pada mayoritas komponen yaitu volume produksI (53,46 persen), volume persediaan barang jadi (53,46 persen), dan volume total pesanan (53,31 persen).
Baca juga: Kegiatan Dunia Usaha Akhir 2025 Terjaga, BI Proyeksikan Naik di 2026
Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar Sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman (56,71 persen), industri barang galian bukan logam (54,33 persen), serta industri makanan dan minuman (54,06 persen).
Perkembangan tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) BI yang mengindikasikan kinerja kegiatan LU Industri Pengolahan tetap kuat dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,18 persen.
Pada triwulan I 2026, kinerja LU Industri Pengolahan diprakirakan terus meningkat dan berada pada fase ekspansi, tecermin dari PMI-BI sebesar 53,17 persen. Ekspansi terutama didorong oleh volume total pesanan, volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan kecepatan penerimaan barang input.
Baca juga: DPR Apresiasi Langkah KLH Gugat 6 Perusahaan Terkait Banjir Sumatra
Adapun mayoritas Sub-LU juga diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, industri furnitur, industri logam dasar, serta industri makanan dan minuman. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga WARGA dunia hari-hari ini dibuat cemas. Timur Tengah… Read More
Poin Penting Konflik AS–Israel vs Iran ancam 20 persen pasokan minyak global dan dorong harga… Read More
Poin Penting Konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia dari sekitar USD73 hingga berpotensi USD120-140… Read More
Poin Penting SMF memastikan pendanaan rumah subsidi dan FLPP tetap terjaga dan berkelanjutan meski ekonomi… Read More
Poin Penting Istana memastikan anggaran pendidikan tidak dipangkas meski program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.… Read More
Poin Penting Insentif guru honorer naik menjadi Rp400.000, pertama kali meningkat sejak program berjalan sejak… Read More