Moneter dan Fiskal

BI: Keyakinan Konsumen terhadap Ekonomi Turun ke Level 122,9 di Maret 2026

Poin Penting

  • Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 berada di level optimis 122,9, meski turun dari bulan sebelumnya 125,2
  • Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (115,4) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (130,4) tetap tinggi, ditopang peningkatan penghasilan serta optimisme terhadap pekerjaan dan usaha
  • Proporsi konsumsi naik menjadi 72,2 persen, sementara rasio cicilan turun ke 10,2 persen dan tabungan relatif stabil di 17,6 persen.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan Survei Konsumen Bank Indonesia pada Maret 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 yang berada pada level optimis sebesar 122,9, meski lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat 125,2.

Berdasarkan Laporan Survei Konsumen yang diterbitkan BI, tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Maret 2026 dipengaruhi oleh keyakinan pada kondisi ekonomi saat ini dan 6 bulan ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimis.

Secara rinci, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada Maret 2026 sebesar 115,4, masih di level optimis meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 115,9. Penguatan IKE ditopang oleh kenaikan Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang tercatat sebesar 129,2, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 125,0.

Sementara itu, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/ Durable Goods ((PDG) tercatat di level optimis masing-masing sebesar 107,8 dan 109,2, meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 110,7 dan 112,0.

Baca juga: BI Laporkan Uang Primer Adjusted Tumbuh 16,8 Persen, Sentuh Rp2.389 Triliun

Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tercatat meningkat pada seluruh kelompok, dengan indeks tertinggi sebesar 135,9 pada kelompok >Rp5 juta.

Selanjutnya, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini tetap kuat. Berdasarkan tingkat pendidikan, responden berpendidikan pascasarjana mengalami peningkatan indeks menjadi sebesar 128,8, sedangkan tingkat pendidikan lainnya mengalami penurunan indeks.

Sementara, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) atau ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan tetap kuat yang berada pada level optimis 130,4 pada Maret 2026, meski lebih rendah dari bulan sebelumnya 134,4.

Tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 137,7, 128,0, dan 125,5.

Kemudian, persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan berada pada level optimis pada seluruh kelompok pengeluaran. Meskipun mayoritas kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks tertinggi tercatat pada kelompok Rp4,1-5 juta sebesar 139,6. Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi tercatat pada usia 31-40 sebesar 140,6.

Selanjutnya, prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada enam bulan mendatang tercatat meningkat pada tingkat pendidikan pascasarjana sebesar 136,3. Sementara itu, optimisme responden pada tingkat pendidikan lainnya mengalami penurunan.

Selain itu, ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan tercatat meningkat pada kelompok pengeluaran Rp4,1-5 juta dengan indeks sebesar 129,4.

Baca juga: BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Pada Maret 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 72,2 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 71,6 persen.

Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang (debt installment to income ratio) sebesar 10,2 persen, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,6 persen.

Lebih lanjut, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 17,6 persen, relatif stabil dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 17,7 persen. Proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada sebagian besar kelompok pengeluaran.

Sementara itu, porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan mengalami penurunan pada seluruh kelompok pengeluaran. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Bank BJB Perpanjang Kerja Sama dengan TNI, Fokus Perluasan Kredit Personel

Poin Penting Bank BJB memperpanjang kerja sama dengan TNI untuk memperluas layanan keuangan bagi personel.… Read More

39 mins ago

KPK dan Polda Metro Jaya Sita USD17.400, Penipu Modus Pengurusan Kasus Dibekuk

Poin Penting Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polda Metro Jaya menangkap empat pelaku… Read More

1 hour ago

KB Bank Lirik Potensi Penerapan Universal Banking

Poin Penting KB Bank mengintegrasikan layanan keuangan (perbankan, investasi, asuransi) untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang… Read More

2 hours ago

BBM Subsidi Sering Diselewengkan, DPR Usul Pelaku Dihukum Tipikor

Poin Penting Pengawasan distribusi BBM bersubsidi perlu dioptimalkan agar tepat sasaran dan adil bagi masyarakat… Read More

2 hours ago

WFH Tiap Jumat, Ini Cara Menhub agar Layanan Transportasi Tetap Normal

Poin Penting Kemenhub menerapkan kehadiran 40 persen pegawai per hari untuk memastikan layanan transportasi tetap… Read More

2 hours ago

Marak Penipuan Rekrutmen KAI, Masyarakat Diminta Waspada

Poin Penting KAI mengimbau masyarakat waspada terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen KAI. Seluruh proses… Read More

3 hours ago