Perbankan; Masih oke. (Foto: Erman)
Meningkatnya aktivitas ekonomi dan pelonggaran kebijakan makroprudensial BI, pertumbuhan kredit diperkirakan akan meningkat. Rezkiana Nisaputra
Jakarta–Kendati perekonomian nasional tengah mengalami pelambatan, Bank Indonesia (BI) menegaskan, saat ini stabilitas sistem keuangan masih tetap solid yang ditopang oleh ketahanan sistem perbankan dan relatif terjaganya kinerja pasar keuangan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta segara, di Jakarta, Kamis, 17 September 2015. “Ketahanan industri perbankan tetap kuat dengan risiko-risiko kredit, likuiditas dan pasar yang cukup terjaga,” ujarnya.
BI mencatat, pada Juli 2015, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) masih kuat, jauh di atas ketentuan minimum 8%, yaitu sebesar 20,5%. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah dan berada di kisaran 2,7% (gross) atau 1,4% (net).
Sementara sari sisi fungsi intermediasi, kata Tirta, pertumbuhan kredit tercatat sebesar 9,7% (yoy), melambat dari bulan sebelumnya, namun meningkat di bulan Agustus dan diperkirakan mencapai 10,9% (yoy). Sementara itu, pertumbuhan DPK pada Juli 2015 tercatat sebesar 14,6% (yoy).
“Ke depan, sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan pelonggaran kebijakan makroprudensial oleh Bank Indonesia, pertumbuhan kredit diperkirakan akan meningkat,” tutup Tirta. (*)
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More
Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More