JK Tekankan Pentingnya Tingkat Pengawasan Perbankan
Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyebut, transmisi peningkatan suku bunga kebijakan moneter terus belanjut. Hal ini tercermin dari rata-rata tertimbang suku bunga simpanan (deposito) berjangka yang mengalami kenaikan di periode September 2018.
Seperti dikutip dari data uang beredar BI di Jakarta, Rabu, 31 Oktober 2018 menunjukkan, kenaikan suku bunga deposito terjadi pada tenor jangka pendek 1, 3 dan 6 bulan yang tercatat masing-masing sebesar 6,32%, 6,26%, dan 6,56%, meningkat dibanding bulan sebelumnya sebesar 6,20%, 6,12%, dan 6,37%.
Sementara itu, untuk kenaikan suku bunga simpanandengan tenor kangka panjang yakni12 dan 24 bulan relatif lebih terbatas, dari masing-masing sebesar 6,24% dan 6,76% pada bulan Agustus 2018 menjadi sebesar 6,25% dan 6,80% pada bulan September 2018.
Selain itu, transmisi peningkatan suku bunga kebijakan juga terlihat dari rata-rata tertimbang suku bunga kredit yang mengalami peningkatan terbatas yakni sebesar 7 basis points (bps) bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi 11,01% pada September 2018.
Bank Sentral memperkirakan, pertumbuhan kredit tahun ini masih berada dalam kisaran proyeksi 10-12% (yoy), sementara pertumbuhan DPK diprakirakan akan mengalami perlambatan, yakni berada di batas bawah kisaran 8-10% (yoy).
Asal tahu saja, BI disepanjang tahun ini telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 150 bps menjadi 5,75%. Kenaikan suku buku bunga ini konsisten dengan upaya BI untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan eksternal Indonesia. (*)
Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More