BI: Jangan Melihat Dollar Rp15.000 Seperti Kiamat
Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah yang bertengger di angka Rp15.000 terhadap Dollar Amerika Serikat dinilai cukup membuat resah seluruh pihak. Namun menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjawab dengan santai pelemahan rupiah tersebut.
Perry menyebut, jangan samakan pelemahan rupiah hingga Rp15.000 dengan kiamat, sebab menurutnya fundamental ekonomi nasional masih sangat kuat.
“Jangan sampai kita melihat Rp 15.000 itu seperti sudah kaya kiamat, kita harus membandingkan bukan dari tingkat pelemahannya, apakah Rp 14.000 per US$ atau Rp 15.000 per US$ tapi volatilitasnya,” jelas Perry di Kompleks DPR RI Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.
Baca juga: Perry: Saya Tidak Suka Kenaikan Suku Bunga
Perry menjelaskan, pelemahan nilai tukar telah terjadi di hampir seluruh negara. Namun dirinya bersyukur pelemahan rupiah masih jauh lebih baik dari negara negara berkembang lainnya. Seperti negara-negara yang memiliki transaksi berjalan yang defisit yakni Turki, Afrika Selatan, India.
Sebagai informasi, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih akan berlanjut pada perdagangan hari ini (3/10) Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka langsung melemah hingga 22 poin atau 0,15 persen di level Rp15.065 per dolar AS.(*)
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More