Untuk tahap awal, bank sentral bakal menguji coba di tujuh wilayah antara lain Nusa Tenggara Timur, Papua, Maluku Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, dan daerah ujung Jawa Timur. “Ini karena sulit dijangkau,” jelas Suhaedi.
BI sendiri secara konsisten menyetak uang baru lewat Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) setiap tahunnya. Di luar penerbitan pecahan uang dengan desain baru, penyetakan uang juga dilakukan untuk mengganti uang beredar yang sudah lusuh.
Suhaedi menjelaskan, bahwa untuk menambah usia pakai uang pihaknya terus mengkaji penggunaan bahan yang tepat, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk mengubah perilaku yang bisa merusak fisik uang. “Kita mau uang beredar bagus. Kan kita mau uang Rupiah ini sebagai martabat bangsa,” tandasnya. (*)
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More
Poin Penting Kenaikan tiket pesawat domestik dibatasi 9-13% untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah… Read More