Moneter dan Fiskal

BI: Inflasi Pekan Ketiga Mei 0,22%

Jakarta – Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan Bank Indonesian (BI), hingga pekan ketiga Mei 2018 Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan inflasi 0,22 persen atau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 0,55 persen (month-to-month/mtm).

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo setelah menghadiri menghadiri peluncuran buku Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) ke-30 Maret 2018. Agus menambahkan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi angka inflasi bulan Mei.

“BI melihat inflasi kita masih sesuai dengan target. Pada bulan Mei, kita sudah lakukan survei di 82 kota, yang namanya inflasi minggu ke-3 itu 0,22 persen. Dan ini lebih rendah dibandingkan proyeksi awal di kisaran 0,55 persen. Jadi ini kinerja yang cukup baik terjaga rendah,” kata Agus di kompleks Bank Indonesia Jakarta, Jumat 18 Mei 2018.

Baca juga: BPS Catat Inflasi 0,10% di April 2018

Agus mengatakan, adanya beberapa harga komoditas yang tinggi pada bulan suci ramadhan membuat inflasi mencapai 0,22%. Peningkatan harga tersebut ialah komoditi ayam, telur dan bawang merah. Dirinya juga mengimbau kepada seluruh pihak agar dapat menyediakan stok komoditi tersebut sebagai antisipasi hari raya.

“Jadi mohon untuk kita bisa berkomunikasi agar produk yang menjelang ramadan naik untuk bisa tersedia stoknya. Dan mohon masyarakat tidak berbondong-bondong melakukan pembelian secara tidak wajar yang membuat harga nanti naik. Karena kita ingin inflasi kita seperti target yang kita canangkan,” kata Agus.

Dengan demikian, kata Agus Marto, bahwa di bulan Mei ini tingkat inflasi dari tahun ke tahun tercatat sebesar 3,4 persen atau masih berada dalam kisaran target BI yang sebesar 3,5 persen plus minus 1 persen hingga akhir tahun 2019.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

4 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

4 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

4 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

4 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

5 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

7 hours ago