Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: Infobanknews)
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengaku mendukung asumsi dasar ekonomi makro 2021 yang ditargetkan oleh Pemerintah. Meskipun demikian, dia mengakui untuk inflasi di tahun depan sulit untuk mencapai target yang dipatok sebesar 3%.
“Kami berkaitan dengan asumsi makro yang disampaikan Menteri Keuangan, kami mendukung mengenai pertumbuhan ekonomi di mana kesepakatan panja 5%, kemudian inflasinya 3% meskipun tantangan inflasi tahun depan lebih berat,” ungkapnya dalam Rapat Kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Jumat 11 September 2020.
Selain itu, Perry juga menegaskan untuk target nilai tukar rupiah di tahun depan, yaitu sebesar Rp14.600 juga merupakan angka yang masih dalam jangkauan BI. Perry pun optimis nilai tukar akan bergerak stabil dan cenderung menguat pada 2021 mendatang.
“Nilai tukarnya juga Rp14.600 masih dalam range kami. Kami mendukung untuk asumsi makro,” pungkasnya.
Sebagai informasi saja, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka deflasi 0,05% pada Agustus 2020. Hasil itu didapat berdasarkan pantauan di 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK). Adapun inflasi tahun kalender dari Januari sampai Agustus 2020 sebesar 0,93% dan inflasi tahun ke tahun, Agustus 2020 ke Agustus 2019 adalah 1,32%. (*)
Editor: Rezkiana Np
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More