Ilustrasi: Tingkat keyakinan konsumen. Foto: Istimewa.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2024 berada di level 125,9. Angka ini meningkat dari IKK pada bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 121,1.
Berdasarkan laporan survei konsumen yang diterbitkan BI, meningkatnya keyakinan konsumen pada November 2024 bersumber dari menguatnya keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun kondisi ekonomi ke depan.
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada November 2024 tercatat sebesar 113,5, lebih tinggi dibandingkan dengan 109,9 pada Oktober 2024. Kenaikan tersebut didorong oleh Indeks Penghasilan Saat Ini, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja, dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (Durable Goods), masing-masing sebesar 121,9, 110,1, dan 108,4.
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) di November 2024 tercatat 138,3, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks 132,4 pada bulan sebelumnya.
Baca juga: Cadangan Devisa RI Turun Tipis ke USD150,2 Miliar, BI: Masih di Atas Standar Internasional
Baca juga: BI Gali Potensi Cadangan Devisa Lewat Cara Ini
Meningkatnya IEK didorong oleh penguatan seluruh komponennya, yaitu ekspektasi terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan kegiatan usaha, masing-masing sebesar 141,7, 136,8, dan 136,2.
Selanjutnya, pada November 2024 rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio), proporsi pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio), dan pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) tercatat relatif stabil dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 74,4 persen, 10,5 persen, dan 15,1 persen.
Selain itu, proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi menurun pada tingkat pengeluaran Rp2,1-4 juta. Di sisi lain, porsi tabungan terhadap pendapatan terindikasi naik pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp3,1 – 5 juta. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting: MK memutuskan hanya BPK yang berwenang menghitung kerugian negara dalam perkara korupsi. KPK… Read More
Poin Penting OJK telah memblokir 33.252 rekening terindikasi judi online, meningkat dari sebelumnya 32.556 rekening.… Read More
Poin Penting OJK mencatat 53 rencana penawaran umum hingga Maret 2026, dengan 15 perusahaan di… Read More
Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More