Harga Bitcoin rebound di awal Juli 2024/istimewa
Jakarta- Bank Indonesia (BI) mengimbau kepada para merchant maupun pelaku e-commerce untuk tidak menerima transaksi melalui mata uang virtual seperti bitcoin.
Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara setelah menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Bank Indonesia (BI) dengan tema “Transaksi Zaman Now,Bye Bye Tunai” di Hotel Westin Jakarta. Mirza menegaskan bahwa bitcoin bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia
“Merchant diharap jangan menerima bitcoin sebagai alat pembayaran di Indonesia,” ujar Mirza di Hotel Westin Jakarta, Rabu 6 Desember 2017.
Mirza menambahkan, berbagai central bank dari berbagai negara memang sedang mempelajari dan mendalami penggunaan bitcoin tersebut. Namun dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membahas bitcoin secara masif.
“Jadi bitcoin saat ini tidak diakui oleh bank Indonesia sebagai alat pembayaran di Indonesia,” tegas Mirza.
Mirza mengaku, pihaknya di BI juga terus mengkaji dan membahas penerapan bitcoin tersebut dengan berbagai pihak regulator dalam negeri maupun dengan berbagai bank central berbagai negara. Pihaknya berharap untuk saat ini masyarakat dapat menghindari transaksi bitcoin.
“Sekali lagi, bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran. Nanti kalau ada apa-apa BI sudah bilang bahwa jangan menerima itu,” tukas Mirza.
Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More
Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More
Poin Penting Klaim dibayar asuransi umum 2025 naik 4,1 persen menjadi Rp48,96 miliar; lonjakan tertinggi… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menegaskan dukungan Indonesia terhadap perdamaian berkelanjutan di Palestina dengan solusi… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 0,03 persen ke 8.271,76. Sebanyak 381 saham terkoreksi, 267 menguat,… Read More