Bank Indonesia melaporkan aliran modal asing. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatatkan angka pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melambat hingga Agustus 2018. Tercatat, DPK Agustus sebesar 6,88 persen (YoY) melambat dibandingkan bulan sebelumnya diangka 6,91 persen (YoY).
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, perlambatan tersebut memang semakin terlihat bila dibandingkan dari target tahun 2017 lalu yang mencapai 9,4%. Namun pihaknya optimis target pertumbuhan DPK tahun 2018 masih akan tercapai.
“Adapun pertumbuhan DPK diperkirakan akan mengalami pelambatan dibandingkan dengan capaian 2017 sebesar 9,4% (yoy) namun masih berada dalam kisaran 8,0 hingga 10,0% (yoy),” kata Perry di kompleks BI Jakarta, Kamis 27 September 2018.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto menjelaskan, perlambatan tersebut disebabkan oleh pembayaran impor dan proyek pembangunan infrastruktur pada semester pertama tahun ini.
“Faktor-faktor yang menyebabkan turunnya DPK tersebut antara lain ya memang sebagaimana kita ketahui itu adalah untuk pembayaran impor, juga untuk pembiayaan proyek proyek infrastruktur. Disamping juga karena memang pemerintah juga menerbitkan surat-surat berharga SBN,” jelas Erwin.
Walaupun demikian, Perry menyebut stabilitas sistem keuangan dipercaya akan tetap terjaga disertai intermediasi perbankan yang membaik. Stabilitas sistem keuangan yang terjaga tercermin pada rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan yang tinggi mencapai 22,5% dan rasio likuiditas (AL/DPK) yang masih aman yaitu sebesar 19,8% pada Juli 2018.(*)
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More