Perbankan

BI Fast Sempat Mati Hari Ini, Kini Sudah Nyala Lagi

Jakarta – BI Fast yang diluncurkan dan dioperasikan Bank Indonesia (BI) sebagai regulator sistem pembayaran sempat tutup hari ini, 1 September 2022. Melalui surat edaran No.24/304/DPSP-GOSP-OSPR/BIFAST/Adm yang dikirim Grup Operasional Sistem Pembayaran BI ke seluruh peserta BI Fast, BI mengumumkan ada pemeliharaan infrastruktur internal sehingga peserta BI Fast diminta menutup layanan sementara.

Sehubungan dengan adanya pemeliharaan infrastruktur internal BI-FAST, kami mohon bantuan saudara untuk menutup layanan BI-FAST sementara dan kami informasikan akan ada keterlambatan report pada BI-FAST Portal, demikian bunyi surat pemberitahuan tersebut.
“Di luar kebiasaan, jika maintennance menggunakan waktu libur atau weekend, tapi BI Fast di hari kerja,” ujar sumber Infobanknews, Kamis, 1 September 2022.

Ketika dimintai konfirmasi, Filianingsih, Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI, tidak memungkiri hal tersebut. “Loh sudah buka lagi kok, silahkan kalau sekarang mau transfer sudah bisa,” ujarnya kepada infobanknews.

Hanya saja Filianingsih tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai alternatif dan antisipasi apa yang akan dilakukan jika BI Fast kembali tutup di hari kerja.

Sementara sejumlah bankir yang dihubungi Infobanknews menjelaskan bahwa penutupan layanan BI Fast dalam durasi sekitar dua jam, yaitu mulai dari pukul 12.54 WIB dan normal kembali pada pukul 14.56 WiB. “Surat pemberitahuan tersebut benar dari BI karena sempat ada eror, tapi sudah normal kembali,” ujar Frengky Chandra Kusuma, Operation Director BCA saat dimintai konfirmasi Infobanknews.

BI Fast yang dioperasikan oleh BI ini diluncurkan pada akhir 2021 sebagai infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang memfasilitasi pembayaran ritel secara realtime, aman, efisien, dan tersedia setiap saat. Layanan serupa yang setara dengan BI Fast sebelumnya dilakukan oleh para penyelenggara switching sistem pembayaran seperti Rintis, Artajasa, Jalin, dan ALTO.

Untuk menjadi peserta BI Fast rata-rata setiap bank harus merogoh investasi antara Rp10 miliar sampai dengan Rp30 miliar – tergantung dari kapasitas transaksi yang diproyeksikan. Sementara biaya dengan menggunakan BI-Fast sebesar Rp2.500 per transaksi, jauh lebih murah dari sebelumnya Rp6.500 per transaksi. (*) KM

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

34 mins ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

42 mins ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

59 mins ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

1 hour ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

4 hours ago

Konflik AS-Iran Tekan Biaya Logistik, ALFI Minta Regulasi KBLI Dievaluasi

Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More

4 hours ago