Yogyakarta – Untuk meningkatkan sektor pariwisata di Jakarta, Bank Indonesia (BI) menilai perlu adanya optimalisasi di industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition atau MICE.
“Inilah (MICE) yang menjadi peluang. Secara nasional, pemerintah memang konsen terhadap bagaimana kita bisa mempersempit current account deficit (CAD) kita,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo di Yogyakarta, kemarin Senin, 15 Juli 2019.
Ponco mengatakan, karena devisa yang didapat dari sektor pariwisata besar, pihaknya mendorong pengembangan di sektor ini, yang pada akhirnya juga akan menekan Defisit Transaksi Berjalan atau Current Account Deficit (CAD).
“Itu jadi salah pertimbangan baik dari di DKI atau secara nasional, sehingga sekarang semua daerah konsen terhadap kegiatan peningkatan pariwisata,” ucapnya.
Dari potensi pariwisata yang dimiliki DKI, ada beberapa hal juga yang harus dibenahi seperti faktor aksesibilitas, atraksi, dan amenitas.
“Katakan di Jakarta, dari sisi akses mungkin mudah ya, tetapi dari sisi bagaimana kita memberikan suatu rasa nyaman. Tentu, ini ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan,” tutupnya. (*) Bagus Kasanjanu
Poin Penting Celios pertanyakan pertumbuhan PDB 5,11 persen dipertanyakan, pasalnya konsumsi rumah tangga & PMTB… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik 40 pejabat eselon II di DJP dan… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More
Poin Penting ACA membukukan premi Rp6 triliun sepanjang 2025, tumbuh 17 persen yoy, jauh di… Read More
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More