Perkantoran Bank Indonesia (BI). Foto: Erman Subekti.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mendorong komunitas penerima Beasiswa BI yang juga disebut sebagai Generasi Baru Indonesia (GenBI) sebagai pemimpin muda yang dapat mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital bagi pertumbuhan ekonomi negeri. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan GenBI Leadership Camp 2021 yang diselenggarakan secara virtual pada 20-21 November 2021.
Dalam dua hari, GenBI dibekali paparan dan diskusi terkait topik pemanfaatan potensi ekonomi digital untuk masa depan Indonesia Maju, penguatan literasi keuangan generasi muda untuk mendorong berinvestasi di negeri sendiri, bauran kebijakan BI untuk memperkuat pemulihan ekonomi serta Presidensi Indonesia G20.
“GenBI diharapkan mampu memiliki peran dalam tiga hal penting. Pertama, menjadi garda terdepan dalam memperkuat komunikasi kebijakan-kebijakan ekonomi kepada masyarakat. Kedua, agen perubahan yang mampu menjadi panutan bagi kalangan generasi muda. Ketiga, pemimpin masa depan di era digital dengan berbagai inovasi teknologi yang mengiringinya,” jelas Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti dalam keterangannya, 21 November 2021.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur BI, Doni Primanto Joewono menyampaikan pentingnya mempelajari teknologi digital karena implikasi perkembangan teknologi digital dapat dengan mudah merubah kondisi sebuah ekosistem.
Ke depan, dengan berbagai bekal pengetahuan yang telah diberikan, GenBI diharapkan mampu menjadi agen dan pemimpin masa depan terutama dalam mengedukasi masyarakat agar teknologi digital semakin maju dan aspek perlindungan konsumen tetap terjaga.
GenBI Leadership Camp 2021 mengangkat tema “Membangun youth leaders yang dapat mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital bagi pertumbuhan ekonomi negeri”, diikuti oleh sekitar 7.000 GenBI dari seluruh Indonesia secara virtual. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More
Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More
Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More