Moneter dan Fiskal

BI Diprediksi Kembali Naikan Bunga Acuannya 25 bps di November 2022

Jakarta – Mirae Asset Sekuritas memprediksi, Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikan suku bunga acuan BI 7 Day Repo Rate sebesar 25 bps di November 2022. Hal ini, mengacu pada laju inflasi di bulan Oktober 2022 yang masih berada diatas 5% yakni sebesar 5,7% secara tahunan (yoy).

Menurut Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto, kenaikan suku bunga acuan BI pada November 2022 ini akan lebih moderat dibandingkan dengan bulan September dan Oktober yang masing-masing sebesar 50 bps atau menjadi 4,75%.

“BI masih akan tetap menaikan suku bunga, dengan kenaikan tidak setinggi sebelumnya, hanya 25 bps. Hal ini dikarenakan inflasi yang lebih rendah dari ekspektasi di bulan Oktober, dan selain itu untuk menjaga agar pemulihan ekonomi tidak terganggu,” ujar Rully saat dihubungi Infobank, Senin, 14 November 2022.

Meskipun inflasi sedikit menurun di Oktober 2022, Rully mengimbau inflasi akan tetap tinggi sampai dengan akhir tahun. Karena dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) akan lebih terasa di kuartal IV-2022 yang akan mempengaruhi mobilitas masyarakat.

Lebih lanjut, Rully juga menyebutkan bahwa suku bunga yang terus merangkak naik akan berdampak kepada ekonomi yang melambat. Namun, meskipun ekonomi melambat pihaknya meyakini Indonesia tidak akan terjadi resesi.

“Yang akan terjadi di Indonesia adalah pertumbuhan yang melambat, terdapat perbedaan besar antara resesi dengan slowdown. Kami masih melihat potensi return positif, selama tidak terjadi resesi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, selama dua bulan terakhir yaitu September dan Oktober Bank Indonesia menaikan suku bunganya secara agresif masing-masing sebesar 50 bps, sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi (overshooting) dan memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3,0±1%. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

7 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

7 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

7 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

8 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

11 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

14 hours ago