Moneter dan Fiskal

BI Diprediksi Bakal Pangkas Suku Bunga di Kuartal II 2024, Ini Alasannya

Jakarta – Ekonom Senior PT Mirae Asset, Rully Wisnubroto memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan mulai menurunkan suku bunga acuannya di kuartal II-2024.

“Sementara ini akan bergeser dari kita perkirakan di semester II 2023, mungkin bisa ke tahun 2024. Sehingga mungkin yang kita perkirakan di semester I 2024 mungkin di kuartal II 2024 baru kemungkinan BI bisa menurunkan suku bunga,” ungkap Rully dalam Media Day, Selasa 12 September 2023.

Rully menjelaskan, pergeseran proyeksi ini dikarenakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kembali melemah. Pasalnya, ini akan berdampak pada Imported inflation (inflasi impor).

Baca juga: Kebijakan BI Menahan Suku Bunga Dinilai Sudah Tepat

Sehingga, suku bunga acuan BI yang saat ini berada di lebel 5,75 persen harus dipertahankan. Meskipun, inflasi sudah berada di kisaran target sasaran BI sebesar 3,0±1 persen yaitu di level 3,27 persen secara tahunan (yoy) pada Agustus 2023.

“Dan kalau misalnya menurunkan suku bunga saat ini, itu risiko terhadap nilai tukar,” jelasnya.

Di sisi lain, tambah Rully, BI juga menunggu sinyal dari The Fed untuk berhenti menaikkan dan mulai menurunkan suku bunga acuannya. Yang mana ini dipengaruhi oleh tingkat inflasi di AS, apakah terkendali atau malah terjadi resesi.

“Memang sampai saat ini banyak yang memperkirakan bahwa AS itu akan terhindar dari resesi. Tapi ini masih serba tidak pasti,” imbuhnya.

Baca juga: Siap-Siap! The Fed Diramal Bakal Kerek Suku Bunga Acuan 25 Bps Bulan Depan

Jadi, semakin memburuknya ekonomi di AS, tentu akan mempercepat sinyal turunnya suku bunga acuan The Fed atau Fed Fund Rate (FFR). Berdasarkan history, kata Rully, bila The Fed menaikkan suku bunga secara agresif, maka ada kemungkinan terjadi resesi.

“Kemungkinan dampak kebijakan suku bunga yang ketat itu bisa 1 sampai 2 tahun. Sehingga kita perkirakan apabila ekonomi AS mengalami resesi kemudian ini berdampak pada tren hyper inflasi menurun,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Bos Mandiri Sekuritas: Likuiditas, Transparansi, dan Free Float Jadi Kunci Tarik Investor Asing

Poin Penting Reformasi OJK dan BEI diyakini memperkuat pasar modal, meningkatkan transparansi, tata kelola, dan… Read More

7 mins ago

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting BRI mencatat laba Rp57,13 triliun pada 2025, turun 5,26 persen yoy, sementara kredit… Read More

39 mins ago

IHSG Dibuka Hijau, Naik 0,40 Persen ke Level 8.355

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More

57 mins ago

Update Harga Emas Hari Ini (26/2): Antam Melesat, Galeri24 dan UBS Kompak Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 hari ini anjlok Rp28.000 ke Rp3.057.000 per gram, sementara UBS… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat Seiring Penurunan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Poin Penting Rupiah hari ini dibuka menguat ke Rp16.755 per dolar AS, naik 0,27 persen… Read More

2 hours ago

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham ADMR, ANTM, ARCI, dan HRUM

Poin Penting Secara teknikal, IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan ke kisaran 8.440–8.503, namun tetap perlu mewaspadai… Read More

2 hours ago