Moneter dan Fiskal

BI Diprediksi Bakal Naikkan Suku Bunganya Lagi 50 Bps

Jakarta – Setelah menaikkan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate sebesar 25 basis points (bps), Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih akan kembali mengetatkan kebijakan moneternya melalui suku bunga acuan guna memastikan stabilitas makroekonomi Indonesia.

Chief Economist Bank BTN, Winang Budoyo menjelaskan, pernyataan Bank Sentral yang menyebutkan siap untuk menempuh langkah-langkah yang lebih kuat guna memastikan stabilisasi tersebut, dapat diterjemahkan bahwa Bl masih akan menggunakan suku bunga acuan sebagai alat (tool) kebijakan moneter.

“Kami masih percaya bahwa secara total BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps pada tahun 2018, yang artinya masih akan ada kenaikan lanjutan dari suku bunga acuan Bl,” ujar Winang dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 22 Mei 2018.

Baca juga: BI: Kenaikan Suku Bunga Acuan Sebagai Komitmen Jaga Stabilitas

Dalam pernyataannya, Bl semakin jelas bahwa fokus perhatiannya saat ini adalah memastikan stabilitas makroekonomi Indonesia, yang salah satunya tentu saja ditunjukkan oleh stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamentalnya. BI yang sudah menaikkan suku bunganya sebesar 25 bps dianggap masih kurang.

“Dengan kenaikan ini BI berusaha memberikan sinyal positif bagi investor asing bahwa Bl tetap menjaga kestabilan makroekonomi Indonesia, terutama dalam menjaga nilai fundamental dari rupiah,” ucapnya.

Kenaikan suku bunga BI dianggap penting karena faktor pendorong ketidakpastian yang berasal dari faktor global, terutama dari AS, sehingga meskipun banyak yang berargumen bahwa suku bunga yang rendah masih dibutuhkan, namun kenaikan suku bunga acuan diperlukan untuk menunjukkan keseriusan BI menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

5 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

5 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

5 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

5 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

5 hours ago

YLKI Yakin Satgas Ramadan Pertamina Mampu Jaga Pasokan BBM dan LPG saat Mudik Lebaran 2026

Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More

5 hours ago