BI Lebih Senang Penguatan Rupiah Tak Terlalu Kencang
Jakarta – Bank Indonesia (BI) memandang defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia masih menjadi tugas rumah Pemerintah ke depan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Tantangan CAD memang menjadi tugas rumah, karena Indonesia masih sangat mengandalkan harga komoditas, begitu harga komoditas turun ekspor turun ini bisa mendown grate turun,” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Nanang Hendarsah di Jakarta, Senin 15 Juli 2019.
Dirinya berharap, ke depan Pemerintah yang bekerjasama seluruh pihak termasuk dengan BI mampu meningkatkan ekspor yang berbasis manufaktur guna memperkecil CAD Nasional.
“Tantangan adalah bagaimana agar growth kita nanti ditopang ekspor berbasis manufaktur. Kuncinya industri dasar dibangun kuat agar ketergantungan bahan baku dikurangi,” kata Nanang.
Nanang menambahkan, selain meningkatkan ekspor, Pemerintah juga harus mendorong industri untuk dapat memproduksi bahan baku guna lebih mengurangi ketergantungan pada luar negeri.
Sebagai informasi, defisit neraca transaksi berjalan (CAD) RI hingga triwulan I 2019 mencapai US$ 7,0 miliar angka tersebut setara dengab 2,6% dari PDB atau lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 9,2 miliar atau setara 3,6% dari PDB. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More