Moneter dan Fiskal

BI Dapat Restu DPR Gunakan Cadangan Rp6,48 T Tahun Depan, Berikut Rinciannya

Poin Penting

  • Komisi XI DPR RI menyetujui penggunaan cadangan tujuan BI 2026 sebesar Rp6,48 triliun.
  • Dana digunakan untuk pembaruan aset, peningkatan teknologi, serta pengembangan SDM dan organisasi.
  • Jika rapat kerja tertunda lebih dari 30 hari, BI diperbolehkan menggunakan cadangan sementara dengan laporan ke DPR.

Jakarta – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui rencana pengunaan cadangan tujuan (RPCT) Bank Indonesia (BI) tahun anggaran 2026 senilai Rp6,48 triliun.

Persetujuan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun dalam rapat Komisi XI DPR RI bersama Bank Indonesia (BI) pada Kamis, 13 November 2025.

“Panja pengeluaran anggaran operasional RATBI tahun 2026 dan rencana penggunaan cadangan tujuan Bank Indonesia tahun 2026 Komisi XI DPR RI menyetujui rencana penggunaan cadangan tujuan BI sebesar Rp6,48 triliun,” kata Misbakhun.

Baca juga: Komisi XI DPR RI Setujui Anggaran Tahunan BI 2026, Segini Besarannya

Misbakhun merinci, penggunaan cadangan tujuan 2026 tersebut di antaranya untuk penggantian dan/atau pembaruan harta tetap dan pemgadaan perlengkapan sebesar Rp5,14 triliun, peningkatan kualitas teknologi Rp912,49 miliar, pengembangan sumber daya manusia dan organisasi Rp115,530 miliar, dan cadang Rp308,75 miliar.

Adapun rencana penggunaan cadangan anggaran pada anggaran operasional sebesar Rp507,99 miliar dan cadangan pada cadangan tujuan sebesar Rp308,75 miliar tahun anggaran berjalan disampaikan kepada Komisi XI DPR RI untuk mendapatkan persetujuan melalui rapat kerja.

Baca juga: Bank Indonesia Targetkan Surplus Anggaran Rp20,8 Triliun pada 2026

“Apabila rapat kerja tersebut belum dapat dilaksanakan selambat-lambatnya 30 hari kerja dari permohonan rapat kerja, maka Bank Indonesia dapat mengambil langkah-langkah penggunaan cadangan anggaran dan dilaporkan kepada Komisi XI DPR RI,” ujar Misbakhun. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

IHSG Diprediksi Kembali Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan penguatan selama bertahan di atas 8.170, dengan potensi menuju 8.440-8.503.… Read More

59 mins ago

Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More

9 hours ago

BSI Bidik 1 Juta Nasabah dari Produk Tabungan Umrah

Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More

11 hours ago

OJK Serahkan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana di BPR Panca Dana ke Kejaksaan

Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More

13 hours ago

BSI Tabungan Umrah Jadi Solusi Alternatif Menunggu Haji

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More

14 hours ago

Bos OJK: Banyak Pejabat Internal Ikut Seleksi Dewan Komisioner

Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More

15 hours ago