Categories: News UpdatePerbankan

BI dan Kemendag Dorong Perluasan Merchant QRIS

Jakarta – Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI untuk terus memperluas penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS). Komitmen ini diwujudkan melalui melalui Program Pasar dan Pusat Perbelanjaan SIAP (Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai) QRIS yang diluncurkan, di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara beberapa waktu lalu.

Peluncuran ini juga menandai dimulainya uji coba (piloting) pasar dan pusat perbelanjaan SIAP QRIS di 51 pasar rakyat dan 45 pusat perbelanjaan di 34 provinsi seluruh Indonesia. Hal ini guna memperkuat pencapaian QRIS yang telah menembus angka 12 juta merchant per 1 November 2021 lalu.

“Diharapkan program ini dapat direplikasi di seluruh pasar rakyat dan pusat perbelanjaan. Melalui sinergi yang terjalin baik antara BI bersama Kementerian Perdagangan, Kemenkomarves, serta otoritas/pihak terkait lainnya, BI optimis program perluasan QRIS di pasar-pasar dapat terus berlanjut,” jelas Deputi Gubernur BI Sugeng, pada keterangannya beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, pandemi Covid-19 telah mendorong kemudahan bertransaksi secara digital. Program SIAP QRIS ditujukan untuk mendisplinkan protokol kesehatan, efisiensi, praktis, dan higienis tanpa tatap muka.

Adapun QRIS memberikan banyak keuntungan bagi para pedagang dan kalangan UMKM, seperti: 1) Membangun profil kredit untuk kemudahan mendapatkan pinjaman; 2) Transaksi tercatat & langsung masuk rekening sehingga mudah dimonitor; 3) Tidak perlu uang kembalian, bebas risiko pencurian dan uang palsu; 4) Mengikuti tren pembayaran terkini; dan 5) Murah dan bebas biaya bagi usaha mikro (0% sd Des 2021).

Selanjutnya program SIAP QRIS akan terus diperluas ke berbagai pasar maupun pusat perbelanjaan lainnya untuk semakin meningkatkan penggunaan QRIS sebagai solusi pembayaran nirsentuh yang lebih higienis dalam rangka mengawal Pemulihan Ekonomi Nasional. (*)

 

Editor: Rezkiana Np

Evan Yulian

Recent Posts

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

8 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

8 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

8 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

8 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

8 hours ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

9 hours ago