Categories: Moneter dan Fiskal

BI dan Bank Sentral Filipina Perkuat Kerjasama di Sistem Pembayaran

Manila – Bank Indonesia (BI) dan Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) menyepakati kerjasama di bidang sistem pembayaran dan inovasi keuangan digital untuk memperkuat hubungan bilateral kedua bank sentral, yang tertuang dalam Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo dan Gubernur BSP, Benjamin E. Diokno di Manila, Filipina (1/2).

Kesepakatan ini melengkapi kerja sama BI dan BSP sebelumnya terkait anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU PPT) di bidang sistem pembayaran dan penyelesaian akhir, pada 2018 lalu.

Kesepakatan ini menandai langkah konkrit kedua bank sentral menuju keuangan inklusif melalui kerja sama dan pengembangan sistem pembayaran dan keuangan digital. Nota Kesepahaman ini bertujuan menyediakan kerangka kerja untuk kerja sama yang lebih erat antara kedua bank sentral dalam rangka mendukung tersedianya sistem pembayaran yang lebih aman, efisien, dan handal serta mendorong inovasi keuangan digital.

Selain itu, Nota kesepahaman juga menjadi menjadi fondasi dalam pelaksanaan kerja sama BI dan BSP ke depan yang diimplementasikan dalam berbagai bentuk kegiatan yaitu dialog kebijakan, pertukaran informasi, kolaborasi inovasi, pengembangan kapasitas, program pengenalan bisnis teknologi finansial (tekfin) masing-masing bank sentral, dan pembentukan kelompok kerja teknis.

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut merupakan puncak dari pertemuan bilateral antara BI dan BSP yang membahas berbagai perkembangan dalam bidang ekonomi digital di dunia kebanksentralan, pembiayaan infrastruktur dengan instrumen pasar keuangan, serta kerangka kerja dari pembiayaan yang berkelanjutan. Di akhir pertemuan, BI dan BSP berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama bilateral dalam rangka mendorong lebih lanjut pengembangan ekonomi dan sistem keuangan. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Fungsi Intermediasi Solid, BNI Raup Laba Rp20 Triliun di 2025

Poin Penting Kredit tumbuh 15,9 persen yoy menjadi Rp899,53 triliun, DPK naik 29,2 persen menjadi… Read More

2 mins ago

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More

2 hours ago

Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More

3 hours ago

IHSG Kembali Dibuka Melemah 0,56 Persen ke Level 7.878

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,56 persen ke level 7.878,22 pada awal perdagangan (3/2), dengan… Read More

3 hours ago

Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS Hari Ini Kompak Turun, Saatnya Borong?

Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada Selasa (3/2/2026), baik produk Galeri24, UBS,… Read More

3 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.763 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,21 persen ke level Rp16.763 per dolar AS, dengan proyeksi… Read More

3 hours ago