Ilustrasi pembayaran lewat QRIS. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengungkapkan hingga akhir April 2023 tercatat sebanyak 25,4 juta pedagang atau merhcant telah menggunakan Quick Responsen Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran.
Jumlah merchant tersebut adalah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mana capaian itu sesuai dengan tujuan awal diluncurkan layanan ini oleh BI pada Agustus 2019.
“Alhamdulilah per bulan April yang menggunakan QRIS mencapai 25,4 juta merchant, kita tau jika unit usaha yang ada di Indonesia sekitar 66 juta dan 99% nya merupakan pelaku UMKM,” ujar Destru dalam Acara FEKDI 2023, Rabu, 10 Mei 2023.
Dia menjelaskan, peningkatan merchant maupun pengguna QRIS di Indonesia kian meningkat yang menggambarkan bahwa masyarakat dan pedagang semakin melek keuangan digital, sehingga akselerasi ekonomi keuangan digital kedepan pun diperkirakannya akan terus meningkat.
“Ini gambarkan bahwa UMKM kita mulai melek dengan digital dan ini tentunya akan mempermudah dan akan meningkatkan transaksi mereka kedepan,” kata Destry.
Selain itu, Destry pun meyakini bahwa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar sekali untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan digital.
“Karena berdasarkan berbagai proyeksi pemerintah menyebutkan bahwa ekonomi dan keuangan digital nilainya akan meningkat menjadi USD130 miliar pada tahun 2025. Bahkan pada pembukaan FEKDI 2023 dua hari lalu, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa di tahun 2030 sizer ekonomi keuangan digital bisa mencapai USD315 miliar,” terangnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More