Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan I 2023 naik terbatas.
Hal tersebut tercermin dari kenaikan Indeks harga Properti Residensial (IHPR) triwulan I 2023 sebesar 1,79% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 2.00% (yoy) pada triwulan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Erwin Haryono mengatakan, kenaikan IHPR yang masih terbatas terutama terjadi pada rumah tipe menengah yaitu sebesar 2,76% (yoy) lebih rendah dari 3,22% (yoy) pada triwulan IV 2022.
Harga tipe rumah kecil dan besar juga meningkat terbatas sebesar 1,77% (yoy) dan 1,36% (yoy) lebih rendah dari 2,08% (yoy) dan 1,43% (yoy) pada triwulan IV 2022.
“Secara spasial, pergerakan indeks harga rumah yang melambat pada teirulan I 2023 utamanya terjadi di Kota Pontianak, Yogyakarta dan Surabaya,” jelas Erwin dikutip, Rabu, 17 Mei 2023.
Dari sisi penjualan kata dia, hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan I 2023 secara tahunan mengalami penurunan.
Hal tersebut tercermin dari penjualan properti residensial yang terkontraksi sebesar 8,26% (yoy) setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh positif 4,54% (yoy).
Menurutnya, perkembangan penjualan yang menurun pada triwulan I 2023 disebabkan oleh terkontraksinya penjualan rumah kecil dan besar masing-masing sebesar 15,64% (yoy) dan 6,25% (yoy).
Lanjutnya, pada triwulan I 2023, pembiayaan nonperbankan masih menjadi sumber pembiayaan utama pembangunan property residensial oleh pengembang. Sebesar 73,31% dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan berasal dari dana internal.
Sementara itu, dari sisi konsumen, skema pembiayaan KPR masih menjadi pilihan utama pembelian properti residensial dengan pangsa sebesar 74,83% dari total pembiayaan, diikuti oleh tunai bertahap 17,90% dan secara tunai 7,27%. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More