Perbankan

BI Catat DPK Perbankan Januari 2026 Tumbuh 10,8 Persen Jadi Rp9.489 Triliun

Poin Penting

  • DPK perbankan tumbuh 10,8 persen yoy jadi Rp9.489,1 triliun, didorong kenaikan giro 19,0 persen yoy dan tabungan 8,8 persen yoy, sementara deposito tumbuh stabil 5,7 persen yoy
  • Pertumbuhan DPK ditopang nasabah korporasi dan perorangan, dengan DPK korporasi tumbuh tinggi 18,2 persen yoy, perorangan 3,3 persen yoy, dan nasabah lainnya 9,6 persen yoy
  • Kredit perbankan naik 10,2 persen yoy jadi Rp8.416,4 triliun, didorong kredit investasi yang tumbuh tertinggi 21,9 persen yoy.

Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp9.489,1 triliun atau tumbuh 10,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 10,5 persen yoy.

Berdasarkan analisis perkembangan uang beredar yang diterbitkan BI, peningkatan tersebut didorong oleh komponen giro dan tabungan yang tumbuh masing-masing sebesar 19,0 persen yoy dan 8,8 persen yoy. Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya masing-masing sebesar 18,6 persen yoy dan 8,4 persen yoy. Sementara itu, simpanan berjangka tumbuh relatif stabil sebesar 5,7 persen yoy.

Berdasarkan golongan nasabah, perkembangan DPK terutama didorong oleh pertumbuhan DPK perorangan dan nasabah lainnya yang meningkat masing-masing sebesar 3,3 persen yoy dan 9,6 persen yoy dibandingkan dengan 2,8 persen yoy dan 7,1 persen yoy pada bulan sebelumnya. Pertumbuhan DPK korporasi juga tetap tinggi sebesar 18,2 persen yoy.

Baca juga: Optimalisasi DPK Jadi Strategi Bank dalam Menjaga Daya Saing di 2026

Realisasi Kredit Perbankan Januari 2026

Sementara, kredit yang disalurkan oleh perbankan pada Januari 2026 tumbuh lebih tinggi. Penyaluran kredit pada Januari 2026 tercatat sebesar Rp8.416,4 triliun atau tumbuh 10,2 persen yoy. Angkat ini meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 9,3 persen yoy.

Penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan tumbuh masing-masing sebesar 15,2 persen yoy dan 4,3 persen yoy, naik dibandingkan dengan 14,6 persen yoy dan 3,1 persen yoy pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) pada Januari 2026 tumbuh sebesar 4,8 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 4,4 persen yoy. Pertumbuhan KMK yang lebih tinggi terutama bersumber dari sektor listrik, gas, dan air bersih serta sektor konstruksi.

Baca juga: OJK-Kemenkeu Kompak Tekan Bunga Kredit, Targetkan Lebih Rendah dari 8 Persen

Kemudian, Kredit Investasi (KI) pada Januari 2026 tumbuh sebesar 21,9 persen yoy, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 20,5 persen yoy. Peningkatan tersebut terutama bersumber dari sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan, serta sektor konstruksi.

Selain itu, Kredit Konsumsi (KK) pada Januari 2026 tumbuh sebesar 7,2 persen yoy, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 6,4 persen yoy.

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan kredit multiguna sebesar 9,9 persen yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan Desember 2025 sebesar 7,7 persen yoy. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

4 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

4 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

7 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

8 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

9 hours ago