Ilustrasi: Dolar makin menguat pasca kemenangan Donald Trump di Pilpres 2024. (Foto: istimewa)
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar (capital outflow) dari Indonesia pada awal September 2025 mencapai Rp16,85 triliun.
Berdasarkan data transaksi yang dihimpun BI periode 1-3 September 2025, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp16,25 triliun.
BI merinci, aliran modal asing keluar terutama terjadi di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), saham, dan surat berharga negara (SBN).
“Terdiri dari jual neto sebesar Rp3,87 triliun di pasar saham, Rp7,69 triliun di pasar SBN dan Rp5,29 triliun di SRBI,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi.
Baca juga: Jaga Likuiditas Pasar, BI Turunkan Volume Penerbitan SRBI
Sejalan dengan kondisi tersebut, premi risiko investasi atau credit default swaps (CDS) Indonesia tenor 5 tahun naik menjadi 71,57 bps per 3 September 2025, dibandingkan 69,52 bps pada 29 Agustus 2025.
Secara kumulatif, berdasarkan data setelmen hingga 3 September 2025, nonresiden tercatat jual neto Rp51,78 triliun di pasar saham dan Rp106,38 triliun di SRBI. Sementara itu, tercatat beli neto Rp68,02 triliun di pasar SBN.
BI juga mencatat perkembangan nilai tukar rupiah pada 1-4 September 2025. Rupiah ditutup di level (bid) Rp16.410 per dolar AS pada Rabu, 3 September 2025, dan dibuka di level Rp16.430 per dolar AS pada Kamis, 4 September 2025.
Sementara itu, yield SBN 10 tahun naik ke level 6,38 persen pada Rabu, 3 September 2025, sebelum turun ke level 6,35 persen pada Kamis, 4 September 2025.
Baca juga: BI Borong SBN Rp198 Triliun untuk Biayai Program Asta Cita Prabowo
Sementara untuk indeks dolar (DXY) menguat ke level 98,14 dan yield UST (US Treasury) dengan tenor 10 tahun turun ke level 4,217 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More