Poin Penting
Jakarta – Bank Indonesia (BI) buka suara terkait pengunduran diri Juda Agung sebagai Deputi Gubernur BI. Bank Sentral RI pun mengonfirmasi bahwa pengunduran diri Juda Agung dari posisi tersebut berlaku sejak 13 Januari 2026.
“Kami mengonfirmasi bahwa Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal 13 Januari 2026,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Selasa, 20 Januari 2026.
Baca juga: Bocoran Kandidat Pengganti Juda Agung yang Dikabarkan Mundur dari Deputi Gubernur BI
Gubernur BI Perry Warjiyo juga telah menyampaikan rekomendasi nama calon pengganti Juda kepada Presiden Prabowo Subianto guna mengisi kekosongan jabatan tersebut. Usulan disampaikan melalui Surat Presiden untuk kemudian dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Adapun tiga nama calon nama yang diusulkan yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M Juhro.
Proses pengisian jabatan Deputi Gubernur BI mengacu pada Pasal 41, Pasal 48, dan Pasal 50 Undang-Undang Bank Indonesia sebagaimana terakhir diubah melalui UU Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
“Atas kekosongan jabatan Deputi Gubernur tersebut maka Gubernur Bank Indonesia telah merekomendasikan calon kepada Presiden. Selanjutnya, Presiden mengusulkan dan mengangkat Deputi Gubernur terpilih sebagaimana persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat,” ungkapnya.
Baca juga: Purbaya Jamin “Tukar Guling” Jabatan Thomas dan Juda Tak Ganggu Independensi BI
Denny menegaskan, BI tetap fokus menjalankan tugas utama, yakni menjaga stabilitas nilai rupiah, memastikan kelancaran sistem pembayaran, serta memelihara stabilitas sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Termasuk saat ini Bank Indonesia akan fokus pada pelaksanaan Rapat Dewan Gubernur Januari 2026 yang keputusannya akan diumumkan pada Rabu, 21 Januari 2026,” paparnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Konflik AS–Israel dan Iran memicu volatilitas IHSG, berpotensi terjadi koreksi wajar dan fase… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,44 persen ke level 8.235,48 pada pekan 23–27 Februari 2026, diikuti… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,44 persen ke level 8.235,48 dan kapitalisasi pasar turun 1,03 persen… Read More
Poin Penting Bank Mega Syariah dan PT Berdikari luncurkan Tabungan Rencana Kurban berbasis layanan keuangan… Read More
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga WARGA dunia hari-hari ini dibuat cemas. Timur Tengah… Read More
Poin Penting Pertamina resmi menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi mulai 1 Maret 2026, mengacu pada… Read More