News Update

BI Berkomitmen Dorong Pertumbuhan KPR

Jakarta – Bank Indonesia (BI) baru saja mengeluarkan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada sektor properti dengan melakukan kebijakan makroprodensial yang sifatnya relaksasi atau yang disebut makroprudensial akomodatif, di antaranya Loan to Value (LTV) dan kebijakan uang muka kendaraan bermotor.

Yanti Setiawan, Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia menjelaskan, BI memberikan suatu kelonggaran untuk nilai LTV pada KPR maupun pembiayaan syariah, untuk bank yang memenuhi kriteria NPL atau NPF di bawah 5% dapat memberikan LTV sampai 100%. Tapi yang tidak memenuhi kriteria NPL atau NPF, tetap dilonggarkan dengan pembatasan, kecuali untuk fasilitas pertama, untuk rumah tipe di bawah 21 m2 itu tetap diberikan 100%.

“Ini sebagai bukti komitmen BI untuk memberikan bantuan atau support bagi masyarakat berpenghasilan rendah, ketentuan ini menyamakan antara kredit dan pembiayaan yang berwawasan lingkungan atau tidak berwawasan lingkungan. Kami melihat, dalam kondisi pandemi, semua sektor harus didorong. Kebijakan ini dibatasi dan akan dievaluasi pada waktunya,” ungkap Yanti, dalam Webinar Indonesia Mortgage Forum 2021 dengan tema “Dukungan Perbankan dan Regulator di Sektor Properti Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional”, di Jakarta, Jumat, 19 Febuari 2021.

Yanti menambahkan, untuk proses rumah inden, BI memberi kebebasan. Dalam arti, bukan berarti bahwa bank wajib melakukan pencairan sekaligus, akan tetapi berdasarkan kepada kebijakan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dari bank agar dapat menilai secara mandiri mengenai kelayakan debitur yang memperoleh pencairan secara sekaligus.

“Lalu, untuk kebijakan uang muka kendaraan bermotor juga kami bebaskan 0% bagi semua bank yang memenuhi kretiria. Sementara yang NPL diatas 5% tentu saja kami batasi, DP-nya menjadi 10% untuk roda dua dan roda tiga yang non produktif, sementara untuk produktif 5%,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Editor: Paulus Yoga

Suheriadi

Recent Posts

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

1 hour ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

4 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

4 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

4 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

6 hours ago

Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Tarif LRT Jabodebek Dipatok Maksimal Rp10.000

Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More

6 hours ago